Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pemerintah Perbaiki Tata Niaga Daging Sapi
Selasa, 26 Pebruari 2008 | 18:42 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Pemerintah telah menyiapkan enam langkah perbaikan tata niaga sapi potong dan daging untuk mengatasi lonjakan harga daging sapi. Enam langkah itu telah disepakati pada pertemuan antara Direktorat Jenderal Peternakan Departemen Pertanian dengan importir sapi potong pada 21 Februari lalu.

Direktur Budidaya Ternak Ruminansia Departemen Pertanian, Fauzi Luthan, mengatakan langkah pertama adalah pedagang bisa membeli daging sapi langsung ke peternak. Artinya pedagang tidak perlu lagi berhubungan dengan distributor. Tapi kedua pihak harus membuat kesepakatan jual beli agar tidak dipersoaalkan distributor.

Kedua, pedagang bisa bekerja sama dengan Asosiasi Distributor Daging Indonesia (ADDI) melalui pemanfaatan peralatan dan pemasaran milik ADDI. Dengan kata lain pedagang dapat memanfaatkan jaringan distribusi milik ADDI untuk mendapatkan nilai tambah daging sapi berkualitas.

Ketiga, kata Fauzi, pemerintah akan membuka jalur transportasi darat dari sumber ternak sapi di wilayah timur Indonesia ke sentra konsumen di wilayah barat. Untuk itu, pemerintah pusat akan meminta izin kepada Pemerintah Daerah Bali agar distribusi ternak sapi bisa melalui daerah ini.

Keempat, Departemen Pertanian bekerja dengan Departemen Perdagangan mengawasi periklanan pangan agar daging sapi yang beredar di pasar sesuai ketentuan. “Pemerintah harus memastikan kesesuaian antara kualitas daging sapi dengan label yang tertera,” ujar Fauzi.

Kelima, kata dia, pemerintah mengoptimalkan alat transportasi ternak hidup, box pengangkut daging sapi, dan tempat penampungan hewan di rumah pemotongan hewan. Tujuannya agar kualitas daging yang dikirim tetap terjaga. Sebab ada kasus daging sapi yang rusak akibat alat pedingin yang tidak berfungsi optimal.

Terakhir, pemerintah akan mencari negara selain Australia sebagai sumber sapi potong bakalan. “Ini langkah jangka panjang,” kata Fauzi. Untuk itu, pemerintah telah menjajaki peluang impor sapi potong asal Sudan, Kanada, dan Amerika Serikat.

Gabriel Wahyu Titiyoga









INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Daging Sapi Menghilang di Bekasi
Ratusan Kilo Daging Tidak Layak Konsumsi Disita
Harga Daging dan Telur Ayam Naik
Menjelang Lebaran Harga Daging Meroket
Polisi Ringkus Komplotan Pembuat Daging Sapi Gelonggongan
Ribuan Kaleng Daging Sapi Impor Dimusnahkan Di Bandung
Daging Glonggongan dan Bangkai Ayam Masih Beredar di Solo
Stok Daging Bulan Puasa dan Lebaran di Tangerang Aman
Departemen Pertanian Rencana Impor Daging Unggas Tanpa Tulang
Kebakaran Lahan Sudah Sangat Membahayakan
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk118160 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Panwas Protes KPU Jawa Timur
Korban Lumpur Lapindo Banyak Yang Belum Ambil Bantuan Presiden
Ibu Tewas Tertabrak Bus Transjakarta
Kejaksaan Sudah Periksa 7 Orang
Tersangka Bom Ikan Ditangkap

<< February,2008>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data