close

Jutaan Data Nasabah Kartu Kredit Dicuri Sindikat

Selasa, 26 Februari 2008 | 23:18 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank Indonesia (BI) mencatat data nasabah kartu kredit yang berhasil dicuri sindikat pemalsu kartu kredit sebanyak 2,2 juta data sejak pertengahan 2006. Dari jumlah itu, data yang sudah diaplikasikan menjadi kartu kredit palsu berjumlah 6.900 kartu kredit.

Direktur Akunting dan Sistem Pembayaran BI Diah Nastiti mengatakan data terbanyak yang dicuri adalah data nasabah berkewarganegaraan Indonesia. Sebab, pencurian itu melalui jaringan di Indonesia.
Dia melanjutkan, dalam jangka pendek BI meminta perbankan segera mengganti kartu kredit dan memperketat proses transaksi yang menggunakan kartu kredit. "Bank juga perlu melakukan security review seluruh proses bisnis dan tidak hanya sistemnya," katanya kepada Tempo saat ditemui di ruang kerjanya di gedung Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (26/2).

Pencurian data nasabah tersebut merupakan yang terbesar dan pertama kali terjadi di Indonesia, sehingga kasus ini mendapat perhatian khusus. BI khawatir pencurian itu berpotensi menimbulkan kerugian di masa datang, karena data nasabah bisa dikirim ke lokasi lain di luar Indonesia.

Diah menjelaskan, BI sampai saat ini belum menerima laporan kerugian yang dialami perbankan akibat kejadian itu, karena masing-masing bank masih mengkalkulasi transaksi ilegal yang sudah dilakukan. BI mencatat transaksi kartu kredit di Indonesia pada 2007 mencapai Rp 70 triliun, dengan pemegang kartu sebanyak 9,2 juta nasabah. "Mungkin Maret atau April baru ketahuan jumlahnya berapa," katanya.

Wakil Direktur Utama PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) Sukatmo Padmosukarso mengatakan BII masih menghitung kerugian yang ditimbulkan akibat pemalsuan kartu kredit. "Saya kira semua bank atau semua kartu kredit kena. Potensi kerugiannya belum bisa disebutkan, karena itu baru data yang diambil orang dan belum berakibat pada nasabah," ujar dia. Eko Nopiansyah

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan