Pemerintah Klaim Ekspor Nonmigas Tetap Tinggi

Rabu, 27 Februari 2008 | 01:24 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah menyatakan pertumbuhan ekspor nonminyak dan gas (migas) tahun ini tetap tinggi. Angka ekspor tahun ini diperkirakan melebihi target di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2008 sebesar 11,9 persen.

"Kalau disebutkan total pertumbuhan ekspor 11,9 persen, itu rata-rata asumsi pertumbuhan dari yang tertinggi dan terendah. Berarti total pertumbuhan ekspor nonmigas harus lebih besar dari 11,9 persen," ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perdagangan Erwidodo, Selasa (26/2).

Menurut Erwidodo, tren pertumbuhan ekspor nonmigas menunjukan selalu lebih tinggi ketimbang pertumbuhan ekspor migas. "Jika angka tersebut sudah masuk APBN Perubahan, berarti Departemen Keuangan yang telah mengajukannya di rapat antardepartemen," katanya.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu memastikan batas atas dalam target pertumbuhan ekspor non migas tahun ini sebesar 14,5 persen. Angka ini seperti yang tercantum dalam Rencana Kerja Pemerintah 2005-2009.

Sebelumnya, kalangan pengusaha pesimistis target pemerintah itu bisa dicapai. Pengusaha menyebut pertumbuhan ekspor nonmigas yang realistis sebesar 12 persen. Alasannya, karena perlambatan ekonomi dunia dan masih besarnya hambatan industri dan ekspor di dalam negeri.

Erwindodo mengatakan, pertumbuhan ekspor masih diuntungkan oleh moncernya harga komoditas di pasar internasional. Selain itu rencana pemerintah untuk memperbaiki iklim investasi dan infrastruktur juga mendorong pertumbuhan ekspor. Dia menambahkan, angka pasti tentang target pertumbuhan ekspor nonmigas tahun ini akan diumumkan Menteri Perdagangan. Hal ini setelah ada pengumuman resmi dari pemerintah tentang revisi Rencana Kerja Pemerintah.

Menurut Erwindodo, pemerintah juga mewaspadai kemungkinan stagnasi ekspor nonmigas jika kendala di bidang transportasi dan energi tidak diselesaikan dalam waktu dekat. "Pertumbuhan ekspor bisa stagnan atau sangat pelan karena ekspor tergantung delivery (kinerja pengantaran barangnya), para buyer tidak akan mau terima keterlambatan produk karena hanya akan mengganggu sistem produksi mereka," paparnya.

Produk yang diharapkan menjadi primadona ekspor nonmigas tersebut adalah sepuluh produk utama. Kesepuluh produk itu adalah: udang, kopi, minyak kelapa sawit, kakao, tekstil dan produk tekstil, sepatu, elektronik, komponen, furnitur, otomotif dan karet. Selain memperbaiki iklim usaha dan pengamanan pasar, pemerintah juga terus meningkatkan akses ke pasar ekspor dan giat berpromosi melalui Indonesian Trade Promotion Centre dan Atase Perdagangan.

Dari total target ekspor nonmigas 2008 ekspor 10 produk utama ditargetkan tumbuh 9,1 persen menjadi US$ 48,8 miliar atau naik dibanding tahun lalu sebesar US$ 44,7 miliar. Angka tersebut terutama diprekirakan dikontribusi oleh komoditas elektronika, sawit dan produk sawit, karet dan produk karet, serta tekstil dan produk tekstil.

RR ARIYANI | ALI NY






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: