Lonjakan Harga Pangan Dunia Hambat Program Stabilisasi Harga
Rabu, 27 Februari 2008 | 13:46 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah mengaku kebijakan stabilisasi harga pangan tidak dapat mengembalikan harga kembali ke level di masa lalu. Sebab belakangan ini lonjakan harga minyak mentah ikut mendongkrak kenaikan harga komoditas pangan yang tidak dapat diturunkan hanya dengan kebijakan fiskal.
Oleh karena itu, pemerintah memfokuskan untuk membantu masyarakat berpendapatan rendah. Salah satunya dengan mengalokasikan dana dari anggarannya lewat pasar murah minyak goreng selama enam bulan ke depan sejak Maret nanti.
"Pemerintah setiap waktu akan mengkaji terus kebijakannya. Kami akan terus melaksanakan apapun untuk mengurangi beban masyarakat berpendapatan rendah," ujar Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Rabu (27/2) usai menyaksikan penjualan minyak goreng murah di Kelurahan Kalianyar, Jakarta Barat.
Seperti diketahui, awal bulan ini pemerintah telah mengeluarkan paket kebijakan stabilisasi harga pangan. Diantaranya mengatur penanggungan pajak pertambahan nilai (PPN) minyak goreng kemasan dan tepung terigu, dan menghapus bea masuk kedelai.
Mari menyatakan, potensi kehilangan penerimaan negara (potential loss) akibat kemudahan fiskal tersebut tidak serta-merta dapat dibandingkan dengan harga pangan masih tinggi sebagai indikator keberhasilan program stabilisasi harga.
ARIYANI





