Pertumbuhan Penumpang dan Kargo Udara Turun
Kamis, 28 Februari 2008 | 09:02 WIB
TEMPO Interaktif, Hong Kong:Jumlah penumpang dan kargo mengalami penurunan. Menurut data International Air Transport Association pertumbuhan penumpang di Januari turun 2,4 persen dari Desember, sedangkan kargo tercatat turun 0,2 persen.
Director General IATA Giovanni Bisignani menyatakan meski data yang didapat tak cukup mewakili tren namun hasil perhitungan bulan lalu bisa diindikasikan sebagai titik balik di dunia penerbangan. "Jelas sudah bahwa kredit macet di Amerika Serikat berpengaruh negatif pada penerbangan," ujarnya dalam surat elektronik yang diterima Tempo, Selasa lalu.
Karena itu, Bisignani meminta agar industri penerbangan mengencangkan ikat pinggang. Dia memprediksi terjadinya banyak "badai" di masa depan.
Pertumbuhan penumpang year-on-year pada Januari tercatat 4,3 persen. Namun jumlah ini turun dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 6,7 persen dan kumulatif pertumbuhan 2007 sebesar 7,4 persen.
Sedangkan kargo internasional tumbuh lambat. Bulan lalu IATA mencatat pertumbuhan 4,5 persen, relatif tak berubah banyak dibanding pertumbuhan year-on-year Desember sebesar 4,7 persen.
Menurut IATA, penurunan pertumbuhan penumpang terbesar terjadi di perusahaan carrier Eropa yakni 0,3 persen dari 5,5 persen di Desember. Sementara penerbangan antar Eropa masih tetap kuat, penurunan terbesar terjadi di penerbangan jarak jauh. Hal ini terjadi karena penguatan Euro melemahkan daya saing di penerbangan Eropa.
Penumpang internasional di angkutan Amerika Utara tercatat turun tipis dari 6 persen di Desember menjadi 5 persen. Adapun di Asia-Pasifik terjadi penurunan marjinal dari 6,2 persen di Desember menjadi 5,7 persen di Januari.
Meski ekonomi Jepang melemah, industri penerbangan Asia-Pasifik mendapatkan bantuan dari menguatnya Euro dan ledakan ekonomi di India dan Cina.
Sementara di penerbangan di Amerika Latin masih menunjukkan perbaikan yang baik, yaitu 16,9 persen di Januari. Hal ini disebabkan kuatnya perekonomian yang sebagian dipengaruhi oleh permintaan komoditas negara-negara Asia, dan restrukturisasi.
Bisignani mengatakan, penurunan ini merupakan situasi yang tak biasa. Kondisi Asia, di luar Jepang, terlihat sangat baik, kendati ekonomi Amerika Serikat melemah. "Menandakan, perlunya industri penerbangan untuk globalisasi," kata dia.
Kondisi kargo juga tak jauh berbeda. Pertumbuhan yang tercatat bulan lalu sebesar 4,5 persen. Angka ini bertolak belakang dengan tren di jumlah pengiriman semi-konduktor dan bisnis manufaktur.
Penurunan kargo udara ini disebabkan beralihnya pengiriman ke kapal yang lebih cepat dan hemat biaya bahan bakar. Dalam kurun lima tahun, 2002- pertengahan 2007, harga bahan bakar avtur naik 300 persen, sementara bahan bakar kapal naik 200 persen.
Industri kargo Asia-Pasifik terlihat kenaikan permintaan sebesar 6,5 persen dari 6 persen di Desember sebagai imbas dari ledakan ekonomi di Cina dan India. Sedangkan kargo Eropa merosot 0,4 persen.
Rieka Rahadiana





