Pemerintah Buka Peluang Bank BUMN Membeli BII

Senin, 03 Maret 2008 | 02:12 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah membuka peluang bagi bank-bank milik negara untuk membeli Bank Internasional Indonesia (BII). Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sofyan Djalil mengatakan, bank-bank milik negara yang berminat, harus menyampaikan alasan dan analisanya kepada Menteri Negara BUMN, Menteri Koordinator Perekonomian dan Menteri Keuangan untuk dibahas lebih lanjut.

"Kalau ada yang berminat bisa dibicarakan," kata Sofyan Djalil di kantornya, Gedung Garuda di Jakarta, pekan lalu. Namun pemerintah tidak mengeluarkan kebijakan untuk memperbanyak jumlah bank.

Senada dengan itu, Sekretaris Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara Said Didu menyatakan pemerintah merestui setiap badan usaha negara yang ingin berkembang dengan cara membeli perusahaan lain. "Kami mendukung sepanjang tidak membebani APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara)," kata Said dalam pesan pendeknya kepada Tempo.

Anak usaha Temasek Holdings, Fullerton Financial Holdings Pte. Ltd. sebelumnya menyatakan akan menjual sahamnya di BII. Keputusan ini terkait kebijakan kepemilikan tunggal perbankan (single presence policy) dari Bank Indonesia.

Selain di BII, Fullerton adalah pemegang saham mayoritas di Bank Danamon Indonesia. Fullerton memutuskan untuk tidak menggabungkan Bank Danamon dan Bank Internasional Indonesia. Fullerton memilih menjual kepemilikan saham pengendali di BII. Rencana ini diharapkan selesai sebelum tenggat waktu yang ditetapkan Bank Indonesia yaitu Desember 2010.


WAHYUDIN FAHMI

Topik :

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :