Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Inflasi Februari Diprediksi Turun
Senin, 03 Maret 2008 | 03:16 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Inflasi Februari diperkirakan lebih rendah dibandingkan Januari. Kepala Ekonom Danareksa Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan inflasi bulan lalu berada pada level 0,76 persen.

Namun dibandingkan Februari tahun lalu, angka ini masih terbilang tinggi. "Ini masih lebih tinggi dari biasanya," katanya kemarin. Menurut dia, inflasi pada Februari biasanya berkisar pada level 0,6 persen.

Purbaya melanjutkan, rendahnya angka inflasi Februari lalu, disebabkan harga makanan yang mulai menurun. Ini diindikasikan dengan turunnya harga beras di beberapa daerah. "Sebagian daerah sudah memasuki masa panen," katanya.

Penurunan inflasi, dia menegaskan, bukan disebabkan keberhasilan pemerintah dalam program stabilisasi harga pangan, melainkan karena faktor musiman. Menguatnya rupiah, juga belum berpengaruh pada penurunan inflasi Februari. Dampak penguatan rupiah baru akan terlihat dalam satu bulan ke depan.

Namun Ekonom Institute for Development of Economics and Finance Indonesia, Aviliani berbeda pendapat. Dia memperkirakan inflasi bulan lalu bakal berkisar 0,88-1 persen. "Kalau dilihat belum ada penurunan harga secara signifikan," katanya.

Menurut dia, inflasi cenderung berada pada level 1 persen. Sebab harga bahan kebutuhan pokok sepanjang bulan lalu masih lumayan tinggi. Program stabilisasi harga dan kebijakan fiskal yang dikeluarkan pemerintah juga belum cukup kuat untuk meredam kenaikan harga. Penguatan rupiah, menurut dia, baru akan berdampak dua bulan kedepan.

Sebelumnya, pemerintah meyakini laju inflasi Februari lebih baik dibandingkan Januari lalu yaitu 1,77 persen. Menteri Koordinator Perekonomian Boediono menyatakan banyak faktor yang mendukung optimisme ini.

Stabilitas harga-harga kebutuhan pokok dinilai sudah lebih baik dibandingkan bulan lalu. Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, juga bisa mempengaruhi membaiknya tingkat inflasi pada bulan ini. "Kami harapkan bisa kembali ke sasaran," kata Boediono pekan lalu.

Gunanto E S


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Inflasi Februari Lebih Terkendali
Inflasi Desember 1,1 Persen, Merata Di Semua Daerah
Inflasi November Hanya 0,18 Persen
Inflasi di Jember Tertinggi di Jawa Timur
Redam Inflasi, Pemerintah Amankan Pasokan Sembako
Indeks Menunggu Inflasi
Biaya Pendidikan Sebabkan Kenaikan Inflasi
Target Inflasi Direvisi
Inflasi Mei 0,1 Persen
BI : Mei Tak Mungkin Deflasi
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk118437 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data