Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Televisi Berita Juru Kunci Rating
Selasa, 04 Maret 2008 | 01:07 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Televisi berita ternyata belum menjadi pilihan pemirsa. Dua news televition yakni TVOne dan Metro TV masih menjadi juru kunci perolehan rating televisi swasta nasional.

Marketing and Communication Executive AGB Nielsen Media research Andini Wijendaru mengatakan, data dua bulan pertama 2008 belum menunjukkan perubahan pola kepemirsaan masyarakat. Penonton masih memilih tayangan kategori series and movie, ketimbang berita dan informasi.

“Masih perlu waktu bagi televisi yang menawarkan program berita untuk merebut perhatian pemirsa,” katanya kepada Tempo di Jakarta kemarin. Riset AGB Nielsen Media Research Januari 2008 di empat kota besar di Jawa menunjukkan, Metro TV berada di posisi buncit dari 10 tasiun televisi swasta nasional dengan rating 0,3 persen.

Bahkan, rating anak usaha Media Group ini turun menjadi 0,2 persen pada Februari 2008. Sepanjang 2007, Metro TV di posisi ke-10 dengan rata-rata rating 0,2 persen. Program Metro TV didominasi berita dan informasi dengan porsi masing-masing 43 persen dan 35 persen.

Nasib yang sama dialami TVOne, yang sebelum 14 Februari bernama Lativi. Rating stasiun televisi yang dikuasai oleh Grup Bakrie ini cenderung melorot sejak berubah menjadi news and sport televition. Rating Lativi 0,4 persen pada 1-16 Februari. Ketika berubah menjadi TVOne ratingnya 0,2 persen, setingkat di atas Metro TV. Padahal, pada Januari 2008 rating Lativi 0,9 persen (Posisi ke-6).

Menurut dia, tahun lalu Lativi bertengger di posisi ke-8 dengan rating 0,8 persen. Ketika itu tayangannya dikuasai film dan series. “Dampak perubahan strategi TVOne masih kami analisa,” ucap Andini.

Ia menuturkan, hampir 50 persen waktu pemirsa pada 2007 dihabiskan untuk tayangan series dan film. Akibatnya, RCTI, SCTV, serta Indosiar yang banyak menawarkan program jenis ini menempati posisi rating teratas hingga sekarang. “Mereka hanya tukar menukar posisi.”

Agoeng Wijaya


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk118497 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data