Artalyta Bekerja di Perusahaan Sjamsul

Selasa, 04 Maret 2008 | 13:14 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sinyalemen Artalyta Suryani dekat dengan keluarga Sjamsul Nursalim bukanlah isapan jempol. Apalagi, sebelumnya ada pengakuan dari salah satu kerabat Keluarga Sjamsul.

Dari laporan perusahaan kepada bursa efek Jakarta diketahui bahwa Artalyta adalah wakil komisaris utama PT Indonesia Prima Property. Hingga Juli tahun lalu, Keluarga Sjamsul lewat Gajah Tunggal Mulia masih memiliki 18,46 persen saham, sedangkan 71,63 persen dipegang oleh First Pacific Capital Group Limited yang berkantor pusat di Hong Kong. Namun, belakangan komposisi pemegang saham berubah, 90 persen saham dikendalikan oleh First Pacific Capital Group.

Artalyta akhir pekan lalu ketangkap basah memberikan uang yang diduga hasil suap senilai US$ 660 ribu atau Rp 6 miliar kepada jaksa Urip Tri Gunawan menelusuri penyimpangan BLBI Sjamsul Nursalim.

Meski begitu manajemen Indonesia Prima Property, masih banyak diisi oleh keluarga Sjamsul Nursalim. Perusahaan ini dipimpin oleh Husni Ali, salah satu keponakan Itjih Nursalim, istri Sjamsul. Husni Ali dulunya juga pernah menjabat sebagai direktur di Bank Dagang Nasional Indonesia, bank penerima Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang telah dilikuidasi oleh pemerintah.

Mengacu pada laporan di bursa efek Jakarta menyebutkan bahwa Indonesia Prima Property bergerak di bisnis real estat yang berkantor pusat di Wisma Sudirman Lantai 11, Jl. Jend. Sudirman, Jakarta. Grup ini menjadi pengembang hotel, apartemen, pusat belanja, perkantoran, perumahan dan lainya. Selain itu, mereka juga menyewakan, mengelola dan mengoperasikan perkantoran dan pusat belanja.

Indonesia Property memiliki sejumlah anak perusahaan. Di antaranya adalah PT Graha Mitrasentosa, PT Paramita Swadaya, PT Griyamas Muktisejahtera, PT Mahadhika Girindra, PT Graha Hexindo, PT Angkasa Interland, PT Langgeng Ayomlestari and PT Panen Lestari Basuki.

heri






Komentar Anda

Kirim