Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Target Penghematan Subsidi Listrik Bakal Meleset
Selasa, 04 Maret 2008 | 15:48 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Target penghematan subsidi listrik diperkirakan bakal meleset karena mundurnya pelaksanaan tarif insentif disinsentif. Direktur PT PLN (Persero) Eddie Widiono mengatakan dengan pengunduran ini target penghematan Rp 10 triliun harus disesuaikan. "Hitungan Rp 10 triliun itu atas dasar kita mulai laksanakan 1 maret 2008," kata Eddie di Jakarta, Selasa (4/3)

Menurut dia, kalau keputusan pemerintah tetap mentargetkan penghematan subsidi listrik tetap Rp 10 triliun namun pelaksanaan mundur, maka harus ada penyesuaian.

Kebijakan tarif listrik insentif dan disinsentif merupakan salah satu hasil sidang kabinet untuk menghemat subsidi listrik sebesar Rp 10 triliun. Pemerintah sebelumnya telah mengizinkan PLN memberlakukan tarif listrik tersebut. Konsumen listrik akan dikenai tarif lebih mahal, yakni 1,6 kali tarif normal jika pemakaian listrik di atas 80 persen angka patokan--yang akan ditetapkan pemerintah, misalnya pelanggan 450 VA batas maksimal penggunaan 75 kWh. Sebaliknya, pelanggan akan menikmati diskon 20 persen untuk rekening listrik mereka jika pemakaiannya kurang dari batas 80 persen dari angka patokan.

Hasil kajian PLN dan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, apabila penghematan pemakaian listrik secara nasional dapat menurun 20 persen dari rata-rata nasional 2007, maka PLN bisa menghemat Rp 18,8 triliun biaya BBM.

Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Purwono memperkirakan, jika pelaksanaan kebijakan tersebut mundur sebulan, maka potensi penghematan PLN turun. "Kalau (kebijakan tarif listrik) mundur sebulan penghematan yang dicapai Rp 13,5 triliun," katanya.

NIEKE INDRIETTA


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Realisasi Subsidi BBM 2007 Membengkak
Kontraktor Instalasi Listrik Ilegal Marak di Samarinda
PLN Minta Tambah Subsidi, DPR Ingin Eddie Dipecat

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk118536 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data