|
Pemerintah Gejot Ekspor ke Negara EFTA
Selasa, 04 Maret 2008 | 16:54 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah akan menggenjot volume perdagangan ke negara-negara anggota Asosiasi Negara Perdagangan Bebas Eropa (EFTA). Upaya ini untuk mengimbangi neraca perdagangan Indonesia-EFTA yang hingga kini masih defisit.
Nilai ekspor Indonesia ke empat negara EFTA masih lebih rendah dibanding nilai imporbta. Sebagai catatan, nilai ekspor Indonesia ke EFTA pada 2004 sebesar US$ 235,8 juta, sedangkan impornya sebesar US$ 275,1 juta.
Tahun 2005, defisit perdagangan membesar dengan meningkatnya impor Indonesia dari EFTA menjadi US$ 316,9 juta, sedangkan nilai ekspornya hanya US$ 256,6 juta.
Adapun nilai impor RI dari keempat negara: Swis US$ 325 juta, Norwegia US$ 129 juta, Islandia US$ 0,39 juta dan Liechtenstein US$ 60 ribu.
Pada 2006, ekspor Indonesia ke EFTA turun menjadi US$ 245,6 juta, sedangkan impor naik menjadi US$ 341,7 juta. Dan selama 2007, ekspor Indonesia ke EFTA meningkat menjadi US$ 273,4 juta sementara impornya juga
naik menjadi US$ 455,2 juta. "Walaupun nilai perdagangan selama tahun lalu tumbuh 24 persen dibanding tahun sebelumnya, tapi kita akan upayakan supaya neraca perdagangan lebih seimbang," kata ujar Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam pidato yang dibacakan Kepala Badan Pengembangan Ekspor Nasional Bachrul Chaery, Selasa (4/3) di Jakarta.
ARIYANI
INDEKS BERITA LAINNYA :
|