Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Televisi Berita Yakin Bertahan
Rabu, 05 Maret 2008 | 01:25 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Stasiun-stasiun televisi berita menyatakan tetap optimistis bisa bertahan dalam persaingan industri pertelevisian yang ketat. Meski, dengan rating yang lebih rendah ketimbang stasiun televisi yang fokus pada tayangan hiburan.

Head of Corporate Communication Metro TV Adjie Soeratmadji mengatakan, rating yang rendah justru menjadi tantangan bagi news television untuk meningkatkan kreatifitas menyusun program dan pemasaran. “Rating hanya ukuran kuantitatif, yang penting kualitasnya,” katanya kepada Tempo di Jakarta kemarin.

Namun, ia mengakui sejak tayang pada 2000 rating tak berpihak pada Metro TV. Itu artinya konten berita belum menjadi kebutuhan utama penonton. Padahal, hampir 70 persen porsi siaran anak usaha Media Group ini tayangan berita.

Direktur Pemberitaan TVOne Karni Ilyas menyatakan tak peduli dengan rating rendah. Pencitraan, dinilai lebih utama ketimbang pendapatan iklan. Bahkan, TVOne akan meningkatkan porsi tayangan berita dari 60 persen menjadi 70 persen.

Ia menjelaskan, sejak awal manajemen menyadari televisi berita dan olahraga belum menjadi minat utama pemirsa. Bisa dipastikan rating dan keuntungan TVOne tak akan setinggi stasiun televisi yang menawarkan acara hiburan. “Ini sebuah pertaruhan, kami tak merugi saja sudah bagus,” ucapnya. Direktur Utama TVOne Erick Tohir pernah mengungkapkan dana investasi Rp 1,3 triliun diperkirakan balik modal pada 2010.

Seperti diberitakan koran ini kemarin, AGB Nielsen Media Research mengungkapkan televisi berita belum menjadi pilihan pemirsa. Buktinya, TVOne dan Metro TV masih menjadi juru kunci perolehan rating televisi swasta nasional. Data dua bulan pertama 2008 menunjukkan, penonton memilih tayangan series and movie ketimbang berita dan informasi.

Pada Januari lalu, Metro TV di posisi buncit dari 10 stasiun televisi swasta nasional dengan rating 0,3 persen. Sebulan kemudian, rating turun menjadi 0,2 persen. Sepanjang 2007, Metro TV di posisi ke-10 dengan rata-rata rating 0,2 persen. Rating TVOne, yang sebelum 14 Februari bernama Lativi, cenderung melorot sejak berubah menjadi news and sport television. Rating Lativi 0,4 persen pada 1-16 Februari. Ketika berubah, ratingnya 0,2 persen, setingkat di atas Metro TV.

Menurut Adjie, perusahaannya tak bergantung pada iklan. Banyak sumber pendapatan lainnya yang bisa digali, misalnya program-program yang diminati sponsor. MetroTV melampaui target pendapatan Rp 285 miliar menjadi Rp 306 miliar pada 2007. Tahun ini, manajemen mentargetkan revenue naik 20 persen. “Kalau mengandalkan iklan, tak mungkin mencukupi target.”

Karni berharap pengiklan tak hanya memperhatikan rating, tapi juga citra media. “Kami berupaya meyakinkan publik bahwa televisi berita menjadi pilihan,” ucapnya.

Agoeng Wijaya | Jobpie S.

Dari Arsip Majalah TEMPO
Bangkit dengan Sinetron Religius | 11 April 2005
Sang Ustad di Sudut Sinetron | 11 April 2005
Mencari Corong, Merebut Media  | 24 November 1998
Kapok Menjadi Dirjen  | 13 Oktober 1998
Derum Bajaj Bajuri | 27 Desember 2004
Andalas Teve, Masih Keren?  | 31 Mei 1999
SCTV tentang Siaran TV  | 04 Mei 1999
Dan Sandy Nayoan Menjadi Juru Penerang  | 27 April 1999
Nasib Sebuah Sinetron Pesanan  | 27 April 1999
Siaran Televisi Menghilang  | 20 April 1999
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Siaran Liga Inggris Murni Persaingan Bisnis
Astro Malaysia Sesalkan Sikap KPPU
DPR Akan Telisik Kepemilikan Televisi
Sentuhan Baru Ajang Cari Bintang
Indosiar Rasionalisasi Karyawan
Induk SCTV Untung Bersih Rp 91,58 Miliar
Keputusan Menkominfo Bertentangan dengan Inpres Penghematan BBM
Sidang Adiguna Hari Ini Tergantung Rekomendasi Dokter
Proyek Jembatan Jl. Dermaga Terbengkalai
Organda Diminta Tak Seenaknya Naikkan Tarif Angkutan
> selengkapnya...

Referensi

PP RI No. 36 Tahun 2000 Tentang Pendirian Perusahaan Jawatan Televisi RI
UU RI No. 36 Tahun 1999 Tentang Telekomunikasi

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk118588 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Panwas Protes KPU Jawa Timur
Korban Lumpur Lapindo Banyak Yang Belum Ambil Bantuan Presiden
Ibu Tewas Tertabrak Bus Transjakarta
Kejaksaan Sudah Periksa 7 Orang
Tersangka Bom Ikan Ditangkap

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data