Mari Bantah Indonesia Krisis Pangan

Rabu, 05 Maret 2008 | 11:52 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu membantah Indonesia sedang dilanda krisis pangan. Dia menilai, negeri ni masih lebih baik dibandingkan negara lain yang ketergantungan komoditas pangan impornya tinggi.

"Semua negara mengalami masalah yang sama dalam hal ini (lonjakan harga pangan internasional). Kita juga tidak bisa dikatakan berpendapatan redah atau krisis pangan," kata Mari usai menyaksikan pasar murah minyak goreng di Kelurahan Serdang, Kemayoran, di Jakarta.

Pernyataan Mari berbeda dengan pengumuman Badan Pangan Dunia (FAO) pertengahan bulan lalu. Lembaga ini menyebutkan 36 negara di kawasan Afrika, Asia dan Amerika Latin terancam rawan pangan. Indonesia termasuk salah satu diantaranya. Selain dipicu oleh kenaikan harga bahan pangan, kerawanan timbul karena adanya konflik, banjir, gempa dan perubahan iklim.

Mari menegaskan pemerintah akan terus berkomitmen untuk meningkatkan produksi bahan pangan di dalam negeri. "Yakni dengan memberi insentif pada petani," katanya.

Selain itu, pemerintah juga akan menyerukan masyarakat baik konsumen maupun produsen untuk mencari alternatif bahan pangan atau mendiversifikasi pangan, dan menghemat konsumsi."Produsen juga sudah mencapur terigu dengan umbi-umbian. Kami juga mendorong masyarakat kembali pada konsumsi pangan sesuai daerah," katanya menjelaskan.

RR ARIYANI






Komentar Anda

Kirim