|
Pertamina Hitung Investasi Gas Natuna
Rabu, 05 Maret 2008 | 20:15 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Pertamina (Persero) menghitung ulang biaya investasi Blok Natuna D-Alpha. Menurut Direktur Utama Pertamina Ari Soemarno, mahalnya biaya investasi menjadi kendala pengelolaan ladang gas tersebut.
Pengembangan gas Natuna butuh dana sekitar US$ 52 miliar atau Rp 483 triliun. Ari menjelaskan, Pertamina menghadapi tiga tantangan teknologi. Pertama, memisahkan CO2. Kedua, pembuangan atau disposal dari CO2. Ketiga, fasilitas produksi lepas pantai yang terbesar di dunia. "Nah, siapa yang punya keahlian itu," katanya, Rabu (5/3).
Tiga tantangan teknologi itulah yang menyebabkan tingginya biaya investasi di Natuna. "Kalau minat-minat aja boleh, semua boleh menyatakan minatnya. Cuma bisa kontribusi nggak terhadap empat itu," kata Ari.
NIEKE INDRIETTA
INDEKS BERITA LAINNYA :
|