|
Produsen Mobil Ancang-Ancang Naikkan Harga
Kamis, 06 Maret 2008 | 02:09 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kalangan industri otomotif nasional mulai ancang-ancang untuk menaikan harga jual kendaraan pada bulan ini atau April mendatang. Kenaikan harga jual dipicu melonjaknya harga minyak mentah dunia dan kenaikan bahan baku kendaraan, khususnya baja. Saat ini produsen masih melakukan evaluasi dan kajian atas rencana tersebut.
Sumber Tempo dikalangan industri otomotif mengungkapkan, koreksi harga jual akan mulai dilakukan pada pertengahan Maret dan April mendatang. "Kenaikan harga mobil sekitar Rp 2-5 juta per unit, tergantung jenis dan kategori kendaraannya," ujarnya. Dia menjelaskan, kenaikan harga tak bisa dihindari karena tekanan biaya produksi yang meningkat.
Wakil Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor Sudirman mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih melakukan perhitungan biaya produksi. "Kami masih berhitung, belum ada keputusan kapan akan menaikkan harga," katanya kepada Tempo, Rabu (5/3) di Jakarta.
Catatan Tempo harga baja canai panas (hot rolled coil) pada Januari 2008 naik sekitar 30 persen dari harga pada 2007. Tahun lalu harga baja canai panas sekitar US$ 500-600 per ton. Namun pada 8 Januari lalu, harga baja canai panas menjadi US$ 710 per ton. Pada Juni mendatang harga baja canai panas diperkirakan bakal naik menjadi US$ 800 per ton.
Menurut Sudirman, hasil kajian periodik tiap kuartal masih dalam proses pengerjaan. Kajian itu berisi tentang kelayakan produksi sampai kapan bisa bertahan dengan bahan baku dengan harga lama, kenaikan harga jual produsen mobil lainnya dan potensi daya beli masyarakat setelah harga jual naik.
Sudirman mengatakan, pihaknya tidak akan menaikan harga jual kendaraan sebelum produsen lainnya. “Kami harus cermati perilaku pasar dulu," katanya.
Dia mengakui, pihaknya mengalami tekanan biaya akibat kenaikan harga bahan baku. Bahan baku yang mengalami lonjakan harga, kata Sudirman, adalah baja, plastik, besi, alumunium dan karet.
Menurut Sudirman, agar bisa bertahan, mau tidak mau kalangan industri otomotof harus menaikkan harga jual produk. "Jika tidak, kami harus menekan margin dan konsekwensinya akan banyak," ujarnya. Dia menjelaskan, kenaikan harga akan diberlakukan untuk semua jenis kendaraan.
Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor Joko Trisanyoto mengungkapkan, pihaknya belum ada rencana menaikkan harga jual mobil. "Sampai saat ini belum ada pembicaraan," katanya.
Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Bambang Trisulo menyatakan, kenaikan harga jual akan menjadi pilihan terakhir. "Sebelumnya, produsen akan melakukan efisiensi biaya produksi," katanya. Saat ini, kata dia, kalangan produsen masih memiliki persediaan bahan baku.
Menurut dia, kenaikan harga jual itu tidak akan dilakukan serentak oleh seluruh produsen. Alasannya, kenaikan harga merupakan kebijakan perusahaan dikaitkan dengan pasar, volume dan keuntungan yang ditetapkan.
Sebelumnya, Gaikindo memprediksi penjualan mobil bakal tumbuh 15 persen atau menjadi 520 ribu unit selama 2008. Hal ini berangkat dari asumsi makro pertumbuhan ekonomi sekitar 6,2-7 persen, suku bunga patokan (BI Rate) sekitar delapan persen dan laju inflasi terkendali pada level tujuh persen.
RR ARIYANI | ALI NUR YASIN
INDEKS BERITA LAINNYA :
|