|
Keputusan Direksi Baru PLN Hari Ini
Kamis, 06 Maret 2008 | 03:52 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara akan melakukan pergantian direksi PT PLN (Persero). Pergantian dilakukan karena masa kerja direksi yang dimpin Eddie Widiono akan berakhir pada bulan ini. "Ya, saat ini sudah dalam proses di Tim Penilai Akhir," ujar Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sofyan Djalil, Rabu (5/3).
Dia menjelaskan, pihaknya sudah mengusulkan tujuh nama calon direksi PLN ke tim penilai akhir. Sofyan mengisyaratkan ada satu-dua nama lama yang akan masuk ke dalam jajaran direksi baru nanti. "Supaya kontinuitas," ujarnya.
Informasi yang diperoleh Tempo mengatakan, dari tujuh nama sebanyak enam nama yang diajukan berasal dari PLN. Satu orang berasal dari luar PLN untuk menempati posisi sebagai direktur keuangan. "Karena calon direktur keuangan tidak ada yang cocok dari dalam," ujar sumber Tempo di pemerintahan.
Sumber itu mengungkapkan, akan ada posisi baru di jajaran direksi yakni wakil direktur utama. Namun, persetujuan posisi baru tersebut tergantung keputusan tim penilai akhir.
Sekretaris Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara Said Didu menjelaskan, calon direksi PLN diusahakan dari dalam seluruhnya. "Tapi kalau tidak ketemu bisa dari luar," kata Said kepada Tempo.
Menurut dia, masalah kurangnya kaderisasi memang selalu menjadi kendala dalam pencarian calon-calon direksi baru di BUMN. Apalagi untuk posisi Direktur Keuangan. "Susah carinya dari dalam, makanya lebih sering mencari dari luar di bidang keuangan," ujar Said.
Mengenai pelantikan, kata Sofyan, akan diupayakan pada pekan ini. Sesuai agenda Kamis (6/3) masa jabatan direksi lama habis dan harus dilakukan pelantikan yang baru. "Tapi, kalau tidak bisa dilantik pada 6 Maret, maka saya akan perpanjang masa jabatan direksi saat ini," katanya.
Namun, Said memastikan bahwa pelantikan bakal dilaksanakan Kamis (6/3). Alasannya, calon yang akan ditunjuk menjadi direksi PLN harus diputuskan sebelum Presiden pergi ke luar negeri.
WAHYUDIN FAHMI
INDEKS BERITA LAINNYA :
|