|
Buntut Lonjakan Harga Minyak Goreng
Anggota Dewan Desak Penerapan DMO Kelapa Sawit
Kamis, 06 Maret 2008 | 19:13 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sejumlah anggota dewan di Komisi Perindustrian dan Perdagangan mendesak pemerintah untuk menerapkan kewajiban memenuhi pasokan dalam negeri terlebih dulu (Domestic Market Obligation/DMO) produk sawit. Kebijakan itu dinilai bisa menjamin pasokan sawit di dalam negeri, dan untuk menurunkan harga minyak goreng yang terus melambung karena harga minyak sawit mentah (CPO) terus naik.
Anggota dewan dari fraksi Partai Golongan Karya Lili Asdjudiredja menilai sudah seharusnya DMO segera dilakukan. Ia juga mengusulkan untuk menaikkan pungutan ekspor CPO dan produk turunannya. "Dulu kan pernah pungutan ekspor sampai 60 persen," katanya dalam rapat kerja Dewan Perwakilan Rakyat dengan Menteri Perdagangan, Kamis (6/3) di Jakarta.
Ia juga meminta pemerintah lebih tegas menindak para produsen dan distributor nakal. "Jangan sampai karena permainan distributor dan produsen yang sangat kuat menjadikan pemerintah tidak berdaya," ujarnya.
Zulkifli Halim, anggota dewan dari Partai Amanat Nasional mengatakan, pemerintah tidak agresif intervensi harga yang melonjak ini. Cara Indonesia merespon gejolak harga internasional dinilai berbeda dengan negara lain yang juga mengalami kenaikan harga.
"Perlu pejabat yang tidak hanya keluarkan statement. Departemen Perdagangan harus fokus amankan harga, karena kalaupun sekarang kelihatan semakin sibuk bekerja tapi tidak berdampak. Sangat dingin dan tidak berempati," jelasnya.
Ariyani
INDEKS BERITA LAINNYA :
|