Bantuan Makanan Membusuk Di Pelabuhan Haiti
Jum'at, 07 Maret 2008 | 08:41 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Berton-ton bantuan makanan untuk penduduk Haiti yang tengah kelaparan tertumpuk di pelabuhan Haiti karena penyegelan oleh pemerintah. Akibatnya, bantuan yang berisi kacang polong, nasi, dan makanan pokok lainnya membusuk.
Hasil penyelidikan kantor berita Associated Press menemukan situasi terparah dialami Cap-Haitien, kota terbesar kedua di Haiti. Seorang petugas sampah membersihkan tumpukan kacang polong busuk yang berubah warna menjadi abu-abu dan bercampur dengan debu, kecoa, dan serangga lainnya.
Laki-laki itu mencium bau busuk dari tumpukan kontainer yang menyimpan 40 ribu pon kacang. Kontainer itu telah berada di pelabuhan sejak November lalu. "Sering kali, makanan kadaluarsa ketika keluar dari bea cukai dan terpaksa dibakar," kata perwakilan Mercy and Sharing Foundation Susie Scott yang telah bekerja di Haiti selama 14 tahun. Makanan itu ada, tapi tak bisa disampaikan kepada penduduk."
Tidak diketahui secara pasti jumlah suplai makanan yang tertahan di pelabuhan. Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat, Haiti mengimpor 75 persen dari persediaan makanannya. Menurut laporan Food and Agriculture Organization (FAO) di 2002, hampir separuh populasi Haiti dalam kondisi kekurangan gizi.
AP | RIEKA RAHADIANA
TOPIK
Komentar Anda
- garbage
kok gag da sich tentang makanan busuk yang tentang garbage ???
Pengirim : jimy di solo





