Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Produk Perikanan Akan Disertifikasi Halal
Jum'at, 07 Maret 2008 | 18:57 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Produk perikanan Indonesia belum memiliki sertifikat halal. Selama ini produk perikanan terutama hasil olahan yang diekspor ke luar negeri hanya mencantumkan label ramah lingkungan.

"Kami upayakan agar produk perikanan diberi sertifikat halal karena sekarang diupayakan pengembangan pasar perikanan ke Timur Tengah," ujar Direktur Pemasaran Luar Negeri Departemen Kelautan dan Perikanan Saut P. Hutagalung kepada Tempo, Jumat (7/3).

Pemerintah akan menjajaki pengembangan pasar di Timur Tengah pada Oktober mendatang. "Paling tidak, sebelum Oktober kami sudah terapkan sertifikat halal," ujar Saut.

Menurut Saut, potensi pasar produk perikanan di Timur Tengah bisa berkembang dengan pesat bila produk perikanan sudah diberikan sertifikasi halal. "Masyarakat di sana lebih mengutamakan halal, sama dengan Indonesia," ujar Saut.

Nilai ekspor perikanan Indonesia ke Timur Tengah rata-rata mencapai US$ 40 juta per tahun. Produk perikanan yang diekspor ke Timur Tengah berupa ikan dalam kemasan kaleng dan udang. Sementara negara di wilayah Timur Tengah yang merupakan importir terbesar antara lain Arab Saudi, Yordania, Uni Emirat Arab dan Libya. "Hampir separuh ekspor perikanan ke Timur Tengah diserap Arab Saudi," ujar Saut.

Menurut Saut, selama ini produk perikanan Indonesia hanya mencantumkan label ramah lingkungan yang merupakan persyaratan dari negara importir, terutama Amerika Serikat, Uni Eropa dan Jepang yang merupakan pasar produktif bagi Indonesia. "Mereka mengutamakan produk ramah lingkungan dan jika produk perikanan kita ada labelnya, harganya naik," ujar Saut.

Saut mengatakan, sekitar 75 persen dari total ekspor perikanan Indonesia diserap pasar Amerika Serikat, Jepang dan Uni Eropa. Tahun lalu, dari total nilai ekspor perikanan sebesar US$ 2,3 miliar, sekitar 34 persen berasal dari Amerika Serikat, 26 persen dari Jepang, dan 13 persen dari Uni Eropa. "Tahun ini target nilai ekspor sebesar US 2,6 miliar," ujar Saut.

Mengenai sertifikasi halal, menurut Saut, pemerintah akan bekerja sama dengan pengusaha dan lembaga yang biasa memberikan sertifikasi halal untuk produk makanan seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI). "MUI itu juga diakui di Timur Tengah, jadi peluang pasar kita di sana besar," ujar Saut.


GABRIEL WAHYU TITIYOGA


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk118797 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Panwas Protes KPU Jawa Timur
Korban Lumpur Lapindo Banyak Yang Belum Ambil Bantuan Presiden
Ibu Tewas Tertabrak Bus Transjakarta
Kejaksaan Sudah Periksa 7 Orang
Tersangka Bom Ikan Ditangkap

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data