Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Stasiun Televisi Siap Raup Iklan Pemilu
Selasa, 11 Maret 2008 | 01:11 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Industri pertelevisian sedang bersiap menyongsong perhelatan lima tahunan Pemilihan Umum (Pemilu) 2009. Agenda politik nasional ini dinilai sebagai pasar yang sangat potensial untuk memperoleh iklan.

Manajer Produksi Program PT Surya Citra televisi, operator stasiun televisi SCTV, Roni Kusuma mengatakan meski porsinya tak banyak iklan kampanye politik cukup signifikan mengerek pendapatan perseroannya. Menurut dia, rata-rata harga spot iklan di SCTV saat ini Rp 20 juta pada waktu-waktu utama (prime-time) dan Rp 7-8 juta untuk waktu reguler.

“Bayangkan, jika satu kontestan memasang 10 kali pada prime time, tinggal mengalikan saja,” katanya kepada Tempo di Jakarta kemarin. Tapi ia mengelak ketika diminta kepastian total pendapatan dari iklan kampanye Pemilu 2004.

Roni menjelaskan, SCTV sedang menyiapkan rencana mengantisipasi kampanye Pemilu 2009. Pada Pemilu 2004, selain memfasilitasi kontestan lewat tayangan iklan, SCTV juga menggelar program berita politik seperti 'Topik Minggu Ini' dan liputan berita lainnya. Tapi tak banyak porsi untuk program berita. “Produk lainnya juga butuh tempat.”

Sebelumnya, AGB Nielsen Media Research Indonesia memperkirakan aktivitas kampanye lewat iklan media massa mulai marak tahun ini. Kampanye para kontestan baik pemilu legislatif maupun pemilu presiden diyakini mendongkrak pendapatan iklan.

Data Nielsen menunjukkan, bisnis iklan melonjak menjelang Pemilu 2004 yang mencapai puncaknya pada Oktober 2003 hingga Maret 2004. Ketika itu belanja iklan meningkat hingga 64 persen.

Apalagi, akhir pekan lalu, Yayasan Sains Estetika dan Teknologi (SET) menilai hubungan antara media dan Pemilu 2004 luput dari perhatian Dewan Perwakilan Rakyat ketika menyusun Undang-Undang Pemilu. Aturan yang disahkan oleh parlemen dua pekan lalu itu tak banyak mengatur iklan kampanye politik di media massa, terutama di televisi.

“Padahal banyak celah program yang bisa dijadikan ajang kampanye secara terselubung,” kata Deputi Direktur Yayasan SET Agus Sudibyo. (Koran Tempo, 10 Maret)

Menanggapi kekhawatiran itu, Roni memastikan bahwa stasiun televisi yang dikelolanya bakal berlaku adil terhadap semua kontestan. “Kami nonpartisan,” ucapnya.

Juru bicara pengelola stasiun televisi RCTI, PT Rajawali Citra Televisi Indonesia, Gilang Iskandar membenarkan kampanye pemilu sebagai tambang rupiah bagi industri penyiaran. Acara musiman ini akan dipakai oleh pihak yang berkepentingan untuk gencar ebriklan. “Itu pun harus dibagi karena tak mungkin hanya memasang di RCTI,” katanya.

Menurut dia, manajemen menunggu aturan kampanye dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memperjelas rencana bisnis menyongsong pemilu. Gilang memastikan RCTI akan memberikan akses yang sama bagi setiap peserta pemilu. RCTI akan bekerja sama dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). “KPI jadi wasitnya.”

Agoeng Wijaya


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk118956 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data