Minyak Mentah Capai US$ 108

Selasa, 11 Maret 2008 | 08:28 WIB

TEMPO Interaktif, New York:Minyak mentah diperdagangkan mendekati US$ 108 per barel di New York. Harga minyak mentah terus naik karena investor memborong bursa berjangka yang dianggap lebih menguntungkan dibandingkan pasar modal.

Minyak mentah di bursa New York naik 80 persen dibandingkan tahun lalu sementara S&P 500 dan Dow Jones turun. Cina sebagai pengkonsumsi terbesar meningkatkan impor minyak mentah 18 persen sejak bulan lalu .

Pengiriman minyak mentah pada April turun US$ 7 sen menjadi U$107.90 per barel di New York Mercantile Exchange. Di Sydney bursa berjangka naik U$2.75, atau naik 2.6 percent, mendekati rekor U$107.90 per barel. Sementara itu minyak mentah jenis brent untuk April naik US$ 1,78 atau 1,7 persen mendekati US$ 104,16 per barel di bursa berjangka London.

Seperti diketahui, harga minyak mentah untuk penjualan berjangka selama pekan lalu menyentuh rekor baru US$ 106,54 per barel. Nilai ini naik 3,8 persen selama seminggu di New York Merchantile Exchange, dari US$ 102,59 per barel sebelumnya.

Di saat yang sama minyak jenis Brent untuk pengiriman April turun 32 sen hingga mendekati US$ 102,38 per barel di London ICE Future Europe Exchange setelah sebelumnya menembus rekor US$ 103,98 per barel di hari Jumat.

Menurut Matthew Simmons, kepala Simmons & Co., dari bank investasi Houston, memproyeksikan harga akan mencapai US$ 120 dalam jangka pendek. Selain minyak mentah, komoditas bursa berjangka seperti emas, platina, gandum, kacang kedelai terus mengalami kenaikan karena kejatuhan nilai dolar dan permintaan investor yang semakin tinggi.Bloomberg/ Yuliawati

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :