|
Kalla : Beban Kenaikan Minyak Dunia Akan Diimbangi Pajak Yang Tinggi
Selasa, 11 Maret 2008 | 16:23 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan agar kenaikan harga minyak mentah dunia yang mendekati US$ 108 perbarel tidak disikapi secara berlebihan. Indonesia tetap akan menjaga keseimbangan dampaknya terhadap anggaran pndapatan belanja negara (APBN).
"Untuk mengimbangi subsidi, pemerintah akan mengenakan pajak yang tinggi bagi pihak-pihak yang menerima keuntungan besar dari kenaikan minyak dunia," kata Kalla saat membuka Seminar Sosial Politik "Mencari Identitas Luar Negeri Indonesia," di Kampus UI Depok.
Menurut Kalla, dengan kenaikan harga minyak mentah dunia, setiap kebutuhan masyarakat yang menggunakan komponen minyak, subsidinya bisa meningkat drastis. "Peningkatan subsidi ini harus ditambal dari pajak keuntungan dari booming minyak ini," ujar dia.
Fenomena ini,ujar Kalla, jangan terlalu disikapi seolah-olah Indonesia panik terhadap gonjang-ganjing harga minyak mentah."Ini hanya menimbulkan pergeseran ekonomi, keuntungan sekarang beralih keluar Jawa," kata dia.
Anton Aprianto
INDEKS BERITA LAINNYA :
|