Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kalla : Beban Kenaikan Minyak Dunia Akan Diimbangi Pajak Yang Tinggi
Selasa, 11 Maret 2008 | 16:23 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan agar kenaikan harga minyak mentah dunia yang mendekati US$ 108 perbarel tidak disikapi secara berlebihan. Indonesia tetap akan menjaga keseimbangan dampaknya terhadap anggaran pndapatan belanja negara (APBN).

"Untuk mengimbangi subsidi, pemerintah akan mengenakan pajak yang tinggi bagi pihak-pihak yang menerima keuntungan besar dari kenaikan minyak dunia," kata Kalla saat membuka Seminar Sosial Politik "Mencari Identitas Luar Negeri Indonesia," di Kampus UI Depok.

Menurut Kalla, dengan kenaikan harga minyak mentah dunia, setiap kebutuhan masyarakat yang menggunakan komponen minyak, subsidinya bisa meningkat drastis. "Peningkatan subsidi ini harus ditambal dari pajak keuntungan dari booming minyak ini," ujar dia.

Fenomena ini,ujar Kalla, jangan terlalu disikapi seolah-olah Indonesia panik terhadap gonjang-ganjing harga minyak mentah."Ini hanya menimbulkan pergeseran ekonomi, keuntungan sekarang beralih keluar Jawa," kata dia.

Anton Aprianto

Dari Arsip Majalah TEMPO
Besar Pasak daripada Tiang | 28 Maret 2005
Memuntir Harga Minyak Impor | 21 Maret 2005
Memburu Emas Hitam | 14 Maret 2005
Adu Gertak di Ambalat | 14 Maret 2005
Bertaruh di Ambalat | 14 Maret 2005
Tersandung Tanker Sekongkol | 14 Maret 2005
Adu Tangguh untuk Siapa | 07 Maret 2005
Minyak | 07 Maret 2005
Kecil-kecil Jadi Rebutan | 21 Pebruari 2005
Bisnis Sepekan | 14 Pebruari 2005
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Tangki Minyak Meledak Disambar Petir
Peningkatan Produksi Migas Andalkan Lapangan Baru
BNP Fasilitasi Kebutuhan Dana Blok Cepu
Asumsi Harga Minyak Akan Konservatif
Harga Minyak Mentah Hampir US$ 100 per Barel
Harga Minyak Diproyeksi Turun Pada Kuartal Pertama 2008
Kondisi Timur Tengah Terus Dorong Lonjakan Harga Minyak
Lonjakan Harga Minyak Bisa Picu Inflasi
Pengadaan Tabung Gas 2008 Diminta Tanpa Impor
Presiden Yudhoyono Cemas Harga Minyak Tembus US$ 100 per Barel
> selengkapnya...

Referensi

UU RI No. 22 Tahun 2001 Tentang Migas

Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk119012 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Menteri Pertahanan Dukung IPO Krakatau
ACeS Menang Gugatan Lelang USO
Pejabat Cianjur Beda Pendapat soal BLT
Polisi Gerebek Pesta Ganja
Baru Tiga Kecamatan Dapat Kartu BLT

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data