Golkar dan Demokrat Sokong Agus

Rabu, 12 Maret 2008 | 13:30 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Partai Golkar dan Partai Demokrat mendukung Agus Martowardojo menjadi kandidat Gubernur Bank Indonesia menggantikan Burhanuddin Abdullah. Kedua partai besar ini optimistis Direktur Utama Bank Mandiri itu bakal mulus melaju ke kursi nomor satu bank sentral.

Dukungan terang-terangan itu mencuat di tengah berlangsungnya proses uji kelayakan dan kepatutan atas dua calon Gubernur BI di Komisi Keuangan dan Perbankan (XI) DPR. Selama dua hari berturut-turut, kedua calon, yakni Wakil Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset, Raden Pardede dan Agus Martowardojo secara bergiliran dicecar oleh anggota DPR. Rabu malam ini, rencananya voting pemilihan Gubernur BI akan digelar.

Kemarin, giliran Agus diuji DPR. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya mendorong fungsi intermedia perbankan untuk menopang pertumbuhan ekonomi, meski tetap harus hati-hati. Ia juga mengingatkan perlunya bank sentral bersinergi dengan institusi lain. "BI akan lebih terbuka. Tapi, tak akan ada kebijakan ekstrim," katanya. Ia berharap BI disegani di level nasional dan global.

Menurut anggota Komisi Keuangan dari Partai Golkar, Melchias Markus Mekeng sikap partai yang dipimpin Wakil Presiden Jusuf Kalla ini sudah jelas menyokong Agus Marto. Ia memastikan koordinasi intensif di internal partai penguasa DPR sudah berlangsung. "Ini sudah garis putusan partai," ujar Markus. Artinya, 12 suara Golkar akan diberikan untuk bankir senior tersebut.

Sikap serupa muncul Partai Demokrat, kubu pendukung pemerintah lainnya. Menurut Anggota Komisi Keuangan dari Partai Demokrat, Vera Febyanthy, sikap partainya sudah sangat jelas mendukung Agus Marto menduduki kursi puncak di BI. Jadi, enam anggota Komisi XI dipastikan akan menjatuhkan suaranya untuk bos bank terbesar di Indonesia itu.

Dukungan kedua partai itu tentu bukan tanpa alasan. Menurut Markus dan Vera, dukungan diberikan kepada Agus karena partainya menginginkan Gubernur BI tak hanya sibuk memikirkan inflasi, tetapi melupakan sektor riil. Sebab, ekonomi tidak akan membaik, jika dunia usaha tak jalan.

Karena itu, mereka berpandangan saatnya kondisi tersebut diubah.
"Nah, sebagai bankir, Agus adalah figur yang tepat untuk mendorong dunia usaha," kata Markus. Namun, agar moneter tetap terjaga, menurut dia, Agus bisa mendayagunakan sumber daya di BI yang sudah jagoan menjalankan tugasnya.

Berbeda dengan kedua partai itu, dua partai lainnya, yakni PDI-Perjuangan dan Partai Keadilan Sejahtera tetap berkeras untuk menolak kedua calon. Kedua partai itu menganggap kemampuan Agus dan Raden masih diragukan untuk memimpin bank sentral. Gabungan kedua partai berjumlah 17 suara.

"Agus tidak menguasai makroekonomi," kata anggota DPR dari PDI- Perjuangan, Maruarar Sirait. Sedangkan, Raden Pardede diakui memang menguasai soal moneter. "Tetapi, yang lebih ahli dari dia lebih banyak di BI," kata anggota Dewan dari PKS , Andi Rahmat kemarin.

Di luar partai yang jelas berseberangan tersebut, beberapa partai lainnya masih belum menentukan sikap. Partai Amanat Nasional misalnya, menurut kadernya, Dradjad Wibowo, belum memutuskan. "Kami akan rapat dulu," katanya.

Eko Nopiansyah I Sorta Tobing

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :