Presiden Terbang ke Senegal
Rabu, 12 Maret 2008 | 14:05 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden dan ibu Ani Susilo Bambang Yudhoyo terbang meninggalkan Iran menuju Senegal pukul 10 pagi (13.30) waktu Iran hari ini. Dalam kunjungan balasan ini sempat ditandatangani lima nota kesefahaman kerjasama di bidang energi, pendidikan. pertanian, perdagangan dan kebudayaan.
Menteri Luar Negeri Hasan Wirayuda menyatakan hasil kunjungan kali ini "banyak membawa hasil". Diantaranya adalah kesepakatan investasi 6 milyar dolar AS untuk pembangunan pengilangan minyak berkapasitas 300 ribu barel sehari di Banten, pembangunan pabrik pupuk di Iran senilai 470 juta Euro dan pasokan minyak 150 ribu barel sehari dengan harga bersaing.
Keberhasilan kunjungan ini, menurut Ketua KADIN, MS Hidayat, amat dipengaruhi oleh aura positif hubungan politik Indonesia dan Iran setelah Indonesia mengambil sikap abstain dalam pemungutan suara resolusi PBB no 1803 di Dewan Keamanan PBB, 3 Maret lalu. Resolusi itu menambah sanksi terhadap Iran yang dituduh mengembangkan bom nuklir. "Indonesia menganggap keputusan itu kurang tepat karena Iran justru sedang kooperatif dengan IAEA," kata Presiden SBY.
Presiden SBY terbang menuju Dakar, Senegal, untuk menghadiri pertemuan Organisasi Konferensi Islam.
Bhm (Teheran)





