Bank Belum sentuh UKM di Daerah
Rabu, 12 Maret 2008 | 16:30 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Perbankan belum optimal menyalurkan pembiayaan sektor usaha kecil dan menengah (UKM) di daerah terpencil. Padahal sebagian besar pelaku usaha itu berada di daerah.
Direktur PT Bank Mega Syariah Beny Witjaksono mengatakan bank umum syariah maupun unit usaha syariah yang dimiliki perbankan harus berani nenbuka outlet di daerah agar dekat dengan unit-unit usaha kecil tersebut.
"UKM centre yang sesuai dengan potensi wilayah juga perlu dibentuk untuk mengembangkan usaha kecil," kata Beny di hotel Menara Peninsula Jakarta.
Dia menjelaskan bahwa kondisi intermediasi terhadap UKM sampai saat ini masih terkendala ketatnya peraturan Bank Indonesia terutama besaran jaminan yang harus dipenuhi. Selain itu perbankan masih menilai sektor UKM termasuk sektor usaha yang memiliki tingkat risiko tinggi. "Kebanyakan UKM juga masih menggunakan uang pinjaman untuk dibelanjakan barang-barang yang sifatnya konsumtif," ujar dia.
Sampai akhir 2007 aset Bank Mega Syariah mencapai Rp 2,5 triliun, lebih tinggi dari aset 2006 Rp 2,3 triliun.
Eko Nopiansyah





