Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Produk Indonesia Sasaran Tuduhan Dumping
Rabu, 12 Maret 2008 | 20:30 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah menyatakan Indonesia masih menjadi sasaran empuk tuduhan praktek dumping. Hal itu terlihat dari masih kuatnya tekanan jaringan importir terhadap pengusaha lokal dalam menentukan harga jual produk. "Departemen Perdagangan selalu melakukan sosialisasi, tapi tidak mudah," kata Direktur Pengamanan Perdagangan Martua Sihombing, Rabu (12/3).

Martua mengatakan, maraknya tuduhan dumping kepada Indonesia karena harga jual produk di negara tujuan relatif lebih murah dibandingka harga pasar. Strategi para eksportir masih menggunakan data pada saat pengapalan (free on board/FOB).

Berdasarkan catatan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) selama 2007 Indonesia menempati peringkat keenam sebagai negara dituduh dumping. Tahun sebelumnya Indonesia berada posisi tujuh.

Pada 2007, kelima negara yang paling banyak dituduh dumping itu adalah: Jepang, Cina, Korea, Thailand, Korea, dan Amerika Serikat. Adapun sektor yang seringkali dituduh melakukan dumping adalah: kertas, kaca, dan garmen.

Menurut Martua, para pengusaha sudah mengetahui latar belakang tuduhan dumping itu. Namun, para pengusaha menjadi tak berdaya karena kuatnya tekanan dari importir dan pembeli di negara tujuan. Pemerintah, kata dia, akan berupaya bersikap kooperatif dan merespon tuduhan dumping.

Selain dumping, pemerintah juga menyesalkan banyaknya tuduhan subsidi kepada negara berkembang--salah satunya Indonesia. Sebab, jika mengacu pada definisi, pemberian subsidi hanya bisa dilakukan oleh negara maju yang mensubsidi rakyatnya. "Selama ini negara berkembang yang paling banyak dituduh mensubsidi pengusahanya. Tuduhan melakukan subsidi paling banyak ditujukan ke India, Indonesia," kata Martua.

Dia mengatakan, negara yang paling sering menuduh Amerika, Eropa, Kanada, dan lainnya. “Padahal definisi subsidi mestinya hanya bisa dilakukan oleh negara maju, tapi malah negara maju yang paling banyak menuduh subsidi," papar Martua.

RR ARIYANI


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Siapkan Bantahan Dumping Kertas Semen
Malaysia Hentikan Bea Masuk Antidumping Produk Kertas
Tuduhan Subsidi Kertas Indonesia ke Amerika Serikat Dinilai Mengada-Ada
Amerika Tuduh Indonesia Dumping Kertas Polos Berlapis
Indonesia Bakal Gugat Mesir Soal Anti Dumping Ban
Kawat Baja Cina Diduga Barang Selundupan
Indonesia Menangkan Sengketa Melawan Korea di WTO
KADI Temukan Dugaan Dumping Produk Filipina

Website

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk119138 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Panwas Protes KPU Jawa Timur
Korban Lumpur Lapindo Banyak Yang Belum Ambil Bantuan Presiden
Ibu Tewas Tertabrak Bus Transjakarta
Kejaksaan Sudah Periksa 7 Orang
Tersangka Bom Ikan Ditangkap

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data