Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Penyelundupan Minyak Sawit Kian Marak
Kamis, 13 Maret 2008 | 03:35 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktorat Bea dan Cukai, Departemen Keuangan mensinyalir aksi penyelundupan minyak sawit mentah (crude palm oil) semakin meningkat. Aksi itu diduga melibatkan sejumlah perkebunan besar.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Departemen Keuangan Anwar Suprijadi mengungkapkan, anak buahnya banyak menangkap kapal pengangkut CPO antar pulau yang menyelundupkan muatannya ke Malaysia.

"Modusnya perdagangan antar pulau, namun di tengah laut mereka menyeberang (ke Malaysia)," kata Anwar usai rapat pimpinan Departemen Keuangan di Kantor Pusat Bea dan Cukai, kemarin.

Dia mencontohkan, beberapa waktu lalu aparatnya menangkap kapal yang mengangkut 3.000 ton CPO. Penyelundupan tersebut diduga merugikan negara hingga Rp 1 miliar, yang berasal dari potensi bea keluar yang tidak dibayar.

Kapal itu, kata Anwar, yang mengangkut minyak sawit dari salah satu pelabuhan di Sumatera Utara, mencoba menyelundupkan ke Malaysia. Kasus ini, Anwar menuturkan, hanya satu dari sekian kasus yang kini sedang diselidiki lembaganya.

Indikasi penyelundupan CPO ke Malaysia semakin menguat setelah penangkapan kapal-kapal itu. Sebelumnya, Anwar mengaku sempat heran melihat data ekspor minyak sawit Malaysia yang naik fantastis.

Rata-rata produksi kebun sawit di negeri jiran itu cuma 12 juta ton. Namun jumlah ekspor minyak sawit hampir 20 juta ton. "Ini tidak logis," kata dia. Yang lebih mencurigakan, Malaysia mengaku mengimpor minyak sawit dari India. Padahal India tidak punya kebun kelapa sawit.

Untuk tahap awal, pihaknya akan mengintensifkan penyelidikan terhadap empat perkebunan sawit terbesar. Anak buahnya akan disiagakan di kantor pelayanan CPO yang berada di Dumai, Jambi, Palembang, dan Belawan. Keempat wilayah itu adalah titik strategis untuk menyelundupkan ke Singapura dan Malaysia.

Bea Cukai akan bekerjasama dengan aparat pajak dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Audit diperlukan untuk membuktikan apakah pengiriman oleh perusahaan sawit itu benar-benar dikirim ke tujuan atau diselundupkan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan, hukum kepabeanaan akan lebih ditegakan untuk mempersempit ruang penyelundupan. "Bila ada tanda-tanda pelanggaran kami akan lakukan koreksi," kata Sri Mulyani kemarin.

AGUS SUPRIYANTO


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Harga CPO Akan Alami Koreksi
Harga Patokan Ekspor CPO Bakal Naik
Ekspor Indonesia Didominasi Produk Minyak Sawit
Pemerintah Pastikan Naikkan kembali Pungutan Ekspor
Belum Ada Pungutan Ekspor CPO Baru
PPN CPO Dikaji Untuk Dihapuskan
Jawa Timur Kekurangan CPO 400 Ton Per Hari
Produsen CPO Wajib Utamakan Domestik
Harga CPO Dunia Bakal Terus Naik
Harga Minyak Goreng Curah Melambung
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk119156 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Sophan Sophian Ingin Jadi Duta Besar
Keluarga Sudah Menerima Kabar Sophan Sophian Meninggal
Soetrisno Bachir Keliling Jawa Tengah
Keluarga Masih Menunggu Kabar Meninggalnya Sophan Sophian
Politikus Sophan Sophian Dikabarkan Meninggal

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data