|
Raden Pardede Ikhlas
Kamis, 13 Maret 2008 | 12:20 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Calon Gubernur Bank Indonesia Raden Pardede menyatakan ikhlas menerima hasil keputusan Komisi Keuangan dan Perbankan DPR yang menolak pencalonan dirinya sebagai Gubernur BI. Wakil Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) ini menyadari keputusan DPR berdasarkan pertimbangan politik. ”Saya beruntung dapat beraudiensi dan berdiskusi secara sehat dengan ruang lingkup diskusi bersama DPR,” ujar Raden di Sampoerna Strategic Square, Jakarta, Kamis (13/2).
Komisi Keuangan dan Perbankan DPR, Rabu (12/3) malam, menolak dua calon Gubernur Bank Indonesia yang diajukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Keputusan diambil melalui voting dalam rapat pleno. Mekanisme voting dipilih setelah anggota tidak menemukan titik temu dalam rapat. Voting diikuti 50 dari 51 anggota Komisi itu. Sebanyak 29 orang menolak kedua calon. Sedangkan 21 orang memilih Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo, calon lainnya. Dan tak seorang pun memilih Raden Pardede. Hasil voting itu akan langsung dibawa ke Badan Musyawarah pada Kamis ini dan dilanjutkan ke sidang paripurna yang akan meminta Presiden mengajukan nama baru.
Raden mengatakan, sejak awal dia sudah memprediksi bahwa DPR akan menolak pencalonan dirinya. Meski begitu, Raden tetap maju dan menjalani seleksi uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di depan anggota Komisi Keuangan dan Perbankan DPR. ”Sebab Presiden sudah memberi kepercayaan dengan mencalonkan saya,” kata Raden.
Proses seleksi uji kelayakan dan kepatutan, menurut Raden merupakan hal baru. Dia memahami bahwa keputusan penolakan oleh DPR adalah keputusan politik, dan bukan berdasarkan kompetensi, profesionalisme, dan intregritas. Dia menyatakan sudah memberikan yang terbaik saat itu.
Menurut dia, Presiden RI sebagai eksekutif memang mengajukan calon gubernur BI berdasarkan standar kompetensi dan profesionalisme. Setelah itu, kata dia, adalah sudah menjadi tugas legislatif untuk menilai kepatutan sang calon.
Angel Christy Patricia
INDEKS BERITA LAINNYA :
|