Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Indonesia Belum Siap Liberalisasi Kargo Udara
Kamis, 13 Maret 2008 | 13:24 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Asosiasi logistik menilai Indonesia belum siap menghadapi liberalisasi penerbangan (open sky) tingkat ASEAN untuk angkutan kargo yang akan dimulai tahun depan. "Kalau sekedar jalan apa adanya bisa saja," kata Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia (Asperindo) M. Kadrial di Jakarta, Kamis (13/3).

Persiapan yang kurang terutama dari sisi infrastruktur seperti fasilitas jalan dan bandara. "Tinggal setahun lagi, bangun rumah saja butuh waktu enam bulan," kata Kadrial. Dia pesimistis pesimistis infrastruktur lebih siap tahun depan. Diperkirakan kondisinya sama dengan sekarang. "Bahkan mungkin lebih buruk."

Selain dari aspek infrastruktur, yang juga masih perlu disiapkan adalah regulasi terutama masuknya modal asing. Kadrial menjelaskan, untuk mengembangkan industri logistik nasional dalam era liberalisasi nanti, investasi asing diperlukan. Namun dalam regulasi sekarang aturan soal investasi belum detail.

Liberalisasi penerbangan sendiri, menurut Kadrial, tidak terlalu mengejutkan pemain dalam negeri. "Dari sekarang sudah mulai kok," kata Vice President Operation and Customer Service itu. Pengaruhnya yang terasa mungkin penuurnan pengangkutan antar kota. Sebab, ekspor dari suatu kota yang biasanya transit ke Jakarta, bisa langsung diekspor.

Liberalisasi penerbangan ASEAN untuk angkutan kargo akan dimulai 2009. Masing-masing negara ASEAN menyediakan sejumlah kota untuk penerapan liberalisasi. Indonesia menyediakan tujuh kota. Di sejumlah kota, nantinya maskapai asing dapat melakukan menurunkan dan mengangkut kargo.

Harun Mahbub

Dari Arsip Majalah TEMPO
Biar Publik Memutuskan | 03 Januari 2005
OneworldTM, Penyatuan Lima Maskapai Penerbangan Terkemuka di Dunia  | 27 Oktober 1998
Ramai Terbang Tak Pasti Untung | 15 November 2004
Terbang ala Truk, Maskapai Ambruk  | 03 Mei 2004
Bisnis Sepekan | 26 April 2004
Mengharap Garuda Terbang Tinggi  | 19 April 2004
Spacelab, langkah pertama | 10 Desember 1983
Petualangan di antariksa | 17 Desember 1983
Misi Hasyim Untuk Rabuka | 28 November 1987
Dan JAL Jadi Swasta | 05 Desember 1987
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Penerbangan Jakarta-Abu Dhabi Laris
Tahun Ini Industri Manufaktur Stagnan
Etihad Terbang ke Cina
Cathay Pacific Pelanggan A330 Terbesar
Lion Air Pesan Boeing Lagi Senilai US$ 1,7 Miliar
Mandala Buka Dua Jalur Langsung
Orient Thai Airways Jatuh
Penerbangan Internasional Melonjak Tajam
Rute Penerbangan Domestik Akan Direstrukturisasi
Waktu Check In Penumpang Pesawat Akan Diperpanjang
> selengkapnya...

Referensi

Lalai Membalas Surat

Website

Departemen Perhubungan dan Telekomunikasi
PT Garuda Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk119183 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

DKI Sisir Kawasan Radio Dalam
Rumah Duka Sophan Sophian Dikerumuni Wartawan
Menabrak Pakem Seni Trimatra
Sophan Meninggal Dalam Perjalanan Ke Rumah Sakit
Sophan Sophian Ingin Jadi Duta Besar

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data