Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Presiden Didesak Sertakan Calon Internal BI
Kamis, 13 Maret 2008 | 14:23 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden didesak segera menyiapkan pengganti calon gubernur Bank Indonesia. "Dalam waktu yang pendek Presiden harus menyiapkan calon alternatif," kata Ekonom Senior BNI Ryan Kiryanto dalam diskusi mengenai Peranan Bank Sentral dalam Kebihakan Stabilitas Moneter Indonesia di Front Row Cafe.

Ryan menilai Presiden harus mengikutsertakan calon dari kalangan internal BI. "Munculnya kandidat internal akan lebih baik," katanya.

Munculnya calon internal justru dinilai Ryan akan memacu kinerja BI. Selama ini menurutnya posisi paling tinggi yang bisa dicapai pejabat karir di internal BI adalah level direktur. "Munculnya calon internal akan memberikan peluang bagi mereka," katanya.

Keuntungan calon internal juga bisa diperoleh karena mereka sudah bersenyawa dan kompak dengan jajaran internal BI sehinga langsung bisa kerja.

Ditambahkanya, penolakan DPR terhadap dua calon yang diajukan Presiden harus menjadi pembelajaran bagi Presiden bersama. "Presiden harus bisa mencari yang lebih baik dari kemarin, sehingga proses pemilihan tidak mengalami deadlock," katanya.

Ryan memberikan kriteria cagub BI harus mengerti soal moneter,punya rekam jejak baik, diterima pasar, memiliki leadership, kredibel dan berwibawa. "Yang terpenting bebas dari afilasi kekuatan politik manapun,".

Sementara itu, Kepala Ekonom Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa menilai kegagalan dua jago Presiden karena ngotot menyodorkan calon eksternal. Untuk itu, Purbaya menyarankan hal ini harus dijadikan pelajaran bagi Presiden untuk memberi kesempatan calon internal ketika mengajukan calon lagi.

"Dewan menolak karena menginginkan calon dari dalam, jadi ajukan saja satu calon dari dalam," katanya menjawab Tempo.

Menurutnya dari awal penolakan terhadap kedua calon sudah muncul dari namun anggota dewan tidak mau langsung menjatuhkan wibawa Presiden sehingga mereka mencari cara penolakan melalui uji kelayakan.

Sebelumnya Agus Martowardoyo dan Raden Pardede ditolak menjadi Gubernur Bank Indonesia setelah melewati uji kelayakan di Komisi Keuangan dan Perbankan DPR.

Gunanto E S


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Bank Sentral Tak Terpengaruh Pemilihan Cagub BI
Raden Terima Putusan DPR
"Proses Pemilihan Gubernur BI Harus Diubah"
Pasar Modal Tak Terpengaruh Penolakan Cagub BI
Agus Ingin BI Disegani dan Dipercaya
Agus Martowardojo Jalani Uji Kelayakan dan Kepatutan
Uji Kelayakan Calon Gubernur BI Dimulai
Uji Kelayakan Gubernur BI Dilaksanakan Senin
DPR Setuju Uji Kelayakan Calon Gubernur BI
Pemerintah Meminta DPR Segera Lakukan Fit and Proper Tes
> selengkapnya...

Referensi

Dimana Peran Anwar Nasution
Mengurai Benang Kusut Duit BI
Sabetan Ekor Krismon
Tanda Tangan Sakti
Aliran Dana Bank Sentral ke DPR
Aliran Dana Bantuan Hukum Bagi Para Mantan Pejabat Bank Indonesia
Proporsi Kepemilikan Surat Utang Negara

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk119192 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Sophan Sophian Ingin Jadi Duta Besar
Keluarga Sudah Menerima Kabar Sophan Sophian Meninggal
Soetrisno Bachir Keliling Jawa Tengah
Keluarga Masih Menunggu Kabar Meninggalnya Sophan Sophian
Politikus Sophan Sophian Dikabarkan Meninggal

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data