Pemerintah Tanam Kedelai 10 ribu Hektar di Kawasan Transmigrasi

Sabtu, 15 Maret 2008 | 06:57 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi akan menyiapkan lahan seluas 10 ribu hektar untuk penanaman kedelai di kawasan kota terpadu mandiri.

"Transmigrasi akan kita arahkan untuk ketahanan pangan," kata Direktur Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi Djoko Sidik Pramono dalam konferensi pers di kantor Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Jumat.

Kedelai dipilih, kata dia, karena bahan pangan ini merupakan benteng terakhir sumber makanan masyarakat di pedesaan. "Masyarakat itu makannya tahu, tempe dan kecap," katanya.

Departemen, ia melanjutkan, sudah bekerja sama dengan Badan Urusan Logistik dan Departemen Pertanian. Departemen Pertanian akan memberi bantuan bibit, sedangkan Bulog menjamin produksi kedelai.

Lokasi penanaman kedelai, menurut Djoko, mencakup kawasan Air Kumbang Padang dan Belitang di Sumatera Selatan seluas 1000 hektar dengan 2000 kepala keluarga. Di sini terdapat 7 unit pemukiman transmigrasi (UPT). Kemudian di kawasan Lamunti C SP 1,2,3 di Kalimantan Tengah seluas 500 hektar dengan 1000 kepala keluarga dengan 3 UPT.

Penanaman kedelai juga dilakukan di UPT Bina T+2 dan T+3 yaitu unit yang baru ditempati 2 atau 3 tahun. Unit-unit yang berjumlah 105 ini tersebar di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi dengan luas total 8090 hektar dengan 12.721 kepala keluarga. M. Iqbal Muhtarom

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :