|
Harga Kontrak Emas Tembus US$ 1.000
Sabtu, 15 Maret 2008 | 23:40 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Harga kontrak emas berjangka mencapai rekor US$ 1.009 per ons di bursa New York. Kasus pasar keuangan seperti pemberian jaminan atas Bear Stearns dan turunnya dolar membuat permintaan untuk barang logam berharga terus meningkat. Selain emas, harga kontrak perak juga ikut naik.
Sebelumnya diberitakan, lembaga keuangan non bank, Bear Stearns mendapat pendanaan darurat dari JP Morgan Chase & Co dan juga Bank New York Federal Reserve. Perusahaan sekuritas ini disebutkan mengalami kondisi arus kas yang sangat buruk. Sementara rekor kejatuhan dolar terjadi terhadap Euro dan kejatuhan terhadap yen yang terendah selama 12 tahun terakhir.
Situasi pasar keuangan Amerika ini mendongkrak komoditas berjangka emas naik 19 persen sepanjang tahun ini. Sedangkan indeks bursa S&P turun 13 persen. "Harga berjangka emas yang melewati US$ 1.000 menunjukkan emas tak hanya sebagai pagar dari inflasi tetapi juga bencana," kata James Turk, pendiri GoldMoney.com, yang memiliki US$ $337 juta dalam bentuk emas dan perak di gudang investor akhir Februari, dalam laporan Bloomberg, (15/3).
Kontrak emas yang akan dikirimkan bulan April naik US$ 5,70 atau 0,6 persen menjadi US$ 999.50[per ons di Comex divisi di New York Mercantile Exchange. Adapun kontrak perak untuk pengiriman Mei naik 23,5 sen atau 1,2 persen menjadi US$ 20.665 per ons. Harga perak ini naik 38 persen dibandingkan tahun lalu.
Menurut Adrian Day, Presiden Adrian Day Asset Management, harga kontrak emas yang mencapai US$ 1.000 sebagai pertanda ketidakpercayaan pada dolar dan The Fed dalam mengurusi masalah moneter.
YULIAWATI
INDEKS BERITA LAINNYA :
|