Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonom Harvard : Resesi Amerika Terburuk Sejak Perang Dunia II
Minggu, 16 Maret 2008 | 06:47 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ekonom dari Universitas Harvard, Martin Feldstein mengungkapkan Amerika Serikat memasuki masa resesi yang kemungkinan terburuk sejak Perang Dunia II.

"Saya yakin ekonomi Amerika sedang resesi," kata Feldstein, Presiden dari Biro Riset Ekonomi Nasional (National Bureau of Economic National/NBEN) , mengatakan dalam diskusi di Boca Raton, Florida seperti dilaporkan Bloomberg. "Apakah ini bisa menjadi resesi terburuk setelah periode perang dunia? Saya pikir ya," tambahnya.

Menurut Feldstein, situasi ekonomi saat ini membuat respon yang tak cepat atas pemotongan suku bunga dan paket dari pemotongan pajak. Selain itu insentif investasi pemerintah amerika dinilai hanya memberikan dorongan secara temporer.

Investor meningkatkann taruhan bahwa The Fed akan memotong suku bunga hingga satu poin persentase penuh pada minggu depan setelah bank sentral dan JP Morgan Chase & Co menyetujui untuk memberikan perlindungan pendanaan klepada Bear Stearns Co, sebuah perusahaan sekuritas terbesar ke lima di Amerika Serikat.

Sementara itu, pemerintah Amerika membantah keterangan terjadinya resesi terberat setelah perang dunia ke dua. "Kita mengalami pelambatan sangat signifikan," kata Sekretaris Perbendaharaan, Henry Paulson.

Ekonomi tumbuh 0.6 persen pada triwulan lalu dan survei ekonom yang dilakukan Bloomberg bulan ini memprediksikan kecepatan pertumbuhan berkurang menjadi 0,1 persen pada Januari hingga Maret.

Laporan swaasta menyebutkan sentimen konsumen bulan ini turun sejak 16 tahun terakhir. "Hampir semua ukuran ekonomi Amerika bergerak turun," kata Feldestein. Kolapsnya pasar kredit perumahan membebani perusahaan keuangan global sebesar US$ 195 miliar untuk writedown aset dan kehilangan kredit sejak awal tahun 2007. Kerugian ini membuat likuiditas di pasar keuangan menjadi sulit.

Bloomberg I Yuliawati



INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pengangguran di Amerika Meningkat
Defisit Perdagangan Amerika Serikat Naik

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk119313 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

DKI Sisir Kawasan Radio Dalam
Rumah Duka Sophan Sophian Dikerumuni Wartawan
Menabrak Pakem Seni Trimatra
Sophan Meninggal Dalam Perjalanan Ke Rumah Sakit
Sophan Sophian Ingin Jadi Duta Besar

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data