Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kecelakaan Pesawat di Pamulang

Mesin Pesawat Diduga Mati di Udara
Minggu, 16 Maret 2008 | 13:25 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pesawat latih yang jatuh di Villa Pamulang, Tangerang, diduga mengalami mati mesin sebelum menimpa empat rumah warga.

"Mesinnya diduga mati dan melayang bebas di udara karena pesawatnya ringan lalu jatuh," kata Kepala Seksi Operasional Basarnas DKI Jakarta Hadi Tukiman usai mengevakuasi bangkai pesawat di lokasi kejadian.

Pesawat profiler jenis Pelikan tersebut, menurut Hadi, sedang melakukan uji terbang oleh pilot Herudi Kartowisastro yang dikenal sebagai instruktur pesawat. Pesawat tersebut bernomor seri PK-SKI, dengan panjang sekitar enam meter.

Hadi tidak menyebutkan Herudi menerbangkan pesawat tersebut dari mana, namun dipastikan ia sendirian di atas pesawat dan saat mesinnya mati pesawat sedang berada di ketinggian 1500 kaki. Sementara saat itu cuaca sedang keadaan bagus.

Pesawat itu jatuh sekitar pukul 7.30 pagi. Menurut Riswan Nasri, 26 tahun, salah seorang saksi yang tinggal di rumah Farida yang rumahnya ikut tertimpa pesawat, ia baru saja membuka matanya saat peswat tiba-tiba menimpa kamarnya yang berada di lantai dua. "Suaranya sangat keras, tapi bukan suara ledakan," katanya di rumahnya Blok 12/11 vila tersebut.

Saat itu ia sempat terpaku karena suasana tiba-tiba berubah gelap karena debu yang menutupi pemadangan. Selain debu, asbes dan bata dinding rumah serta kayu atap ikut berjatuhan. Saat sadar, ia langsung turun ke lantai satu dan berteriak agar penghuni lain juga ikut keluar. "Untungnya tidak menimpa saya," kata pemuda kurus ini.

Pengalaman sama juga diutarakan Decky, 26 tahun, tetangga Riswan, yang juga rumahnya ikut jebol dihantam pesawat. Saat itu ia sedang tidur, lalu tiba-tiba ia terbangun mendengar suara keras dan mendapati dapur rumahnya sudah jebol dihantam paruh pesawat. "Dari lantai dua saya melihat pilot sudah tergeletak mati," katanya kepada Tempo.

Riswan menambahkan, saat pesawat jatuh tidak ada api yang muncul, walau ia sempat mencium bau avtur yang sangat menyengat. "Saya harus menutup hidung sampai keluar rumah," katanya. Saat ia keluar rumah, ia ditemui seorang lelaki yang tidak dikenal yang mengaku sudah melihat pesawat tersebut akan jatuh dan mengikuti pesawat itu dari Pamulang Timur hingga ke rumah Riswan.

Mustafa Silalahi

Dari Arsip Majalah TEMPO
Setelah Tragedi Lion Air | 06 Desember 2004
Misteri Lion di Kedung Gobyah | 06 Desember 2004
Tabrakan Maut di Situbondo | 13 Oktober 2003
Album | 26 Januari 2004
Menguak Tewasnya 148 Penumpang  | 12 Januari 2004
Twin Otter Jatuh di Papua  | 05 Mei 2003
Penyebab Jatuhnya Heli Masih Gelap  | 10 Maret 2003
Pesawat Jatuh  | 10 Maret 2003
Lokasi Baru Jatuhnya Pesawat Deraya  | 17 Pebruari 2003
Pesawat Cessna Jatuh  | 10 Pebruari 2003
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Jenazah Pilot Herudi Dishalatkan
Puing Pesawat Jatuh Selesai Dievakuasi
Tiga Rumah Tertimpa Pesawat Latih di Pamulang
Pecahnya Ban Garuda Diduga Karena Aus
Roda Belakang Garuda Pecah Usai Mendarat di Juanda
Korban Adam Air Cedera Serius
Pesawat Adam Air Tergelincir di Batam
Muatan Pesawat Manunggal Air Service Tidak Melebihi Batas
Penari Tewas Tersambar Baling-Baling Pesawat
Pesawat Rombongan Pejabat Tergelincir di Sugapa
> selengkapnya...

Referensi

Pendaratan Maut
Montor Mabur Juga Ngebut
Berjejalan Menjemput Maut
Bagaimana Identifikasi Korban Garuda
Pesawat Cassa 212 PK 2032
PP RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan
MAUT DI 35 RIBU KAKI

Website

Departemen Perhubungan dan Telekomunikasi
Lion Air

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk119327 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

DKI Sisir Kawasan Radio Dalam
Rumah Duka Sophan Sophian Dikerumuni Wartawan
Menabrak Pakem Seni Trimatra
Sophan Meninggal Dalam Perjalanan Ke Rumah Sakit
Sophan Sophian Ingin Jadi Duta Besar

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data