|
Minyak Tanah Subsidi Dihapus Setelah Tabung Elpiji Selesai Dibagi
Senin, 17 Maret 2008 | 13:32 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Jusuf Kalla menjamin semua rumah tangga di Daerah Khusus Ibu kota (DKI) Jakarta yang memakai minyak tanah bersubsidi akan mendapatkan tabung dan kompor gas dalam program konversi minyak tanah ke elpiji.
Upaya ini, menurut Kalla, dilakukan sebelum minyak tanah yang disubsidi pemerintah di DKI Jakarta di tarik dari pasaran."Kalau semuanya sudah mendapatkan gas, otomatis minyak tanah tidak dibutuhkan lagi di rumah tangga," kata Kalla kepada Wartawan seusai meresmikan Kongres Perhimpunan Dokter Gigi (PDGI) Indonesia di Kantor Wapres Senin (17/3).
Dari laporan Pertamina, kata Kalla, sebagian besar rumah tangga sudah mendapatkan tabung dan kompor elpiji. Sehingga Mei nanti minyak tanah bisa ditarik. "Semuanya sudah, sisa sedikitlah yang belum," kata dia.
Penarikan minyak tanah, ujar Kalla, ini juga didukung oleh sikap warga DKI Jakarta yang sudah menikmati dan mengakui bahwa penggunaan elpiji lebih efisien dibanding minyak tanah.
"Ya mana yang protes, tidak ada, yang dulu dagang minyak tanah sekarang dagang elpiji, apa yang diprotes," kata Kalla. Bahkan, warung tegal pun, kata dia, menkmati pembagian tabung dan kompor gratis ini. "Hanya satu dua orang yang ngomong seenaknya itu," tegas Kalla.
Pada 1 Mei nanti, Pertamina akan menarik minyak tanah yang disubsidi. Langkah ini dilakukan sejalan dengan optimisme berakhirnya program konversi minyak tanah ke elpiji. Nantinya, harga minyak tanah tanpa subsidi seharga Rp 7.000 sedangkan dengan subsidi Rp 2.500.
Anton Aprianto
INDEKS BERITA LAINNYA :
|