Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Adam Air Terancam Dibekukan
Senin, 17 Maret 2008 | 17:35 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan membekukan izin operasi terbang Adam Air menyusul kemelut internal maskapai itu. Pembekuan izin untuk menjamin keselamatan penerbangan.


Direktur Jenderal Perhubungan Udara Budhi Mulyawan Suyitno mengatakan, langkah pembekuan diambil jika Adam Air tidak dapat menjaga lingkungan kerjanya tetap kondusif. "Kondisi psikologis karyawan maskapai dapat menjadi benih-benih kecelakaan,"kata dia di kantornya, Senin (17/3).

Pembekuan (suspended) suatu izin terbang akan dilakukan selama tiga bulan. Untuk itu, kata Budhi, pihaknya akan mengecek kondisi kelaikan operasi Adam Air semisal pilot dan armadanya. "Setahu saya tujuh pesawat ditarik lessor,"katanya.

Adam Air sendiri, menurut dia, sejauh ini belum memberikan laporan apakah akan melanjutkan operasi atau berhenti. "Bagaimanapun harus mengutamakan keselamatan penerbangan dan hak penumpang,"ujarnya.

Dihubungi terpisah, Administrator Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Herry Bhakti, menjelaskan, dari 22 pesawat milik maskapai Adam Air, hanya 11 pesawat yang beroperasi.

Dari 11 pesawat yang bermasalah, 7 pesawat digrounded karena belum menyelesaikan administrasi dengan PT Angkasa Pura II senilai Rp 5 miliar. Administrasi itu antara lain pembayaran fasilitas pelayanan penerbangan seperti biaya parkir pesawat, tinggal landas, pendaratan, sewa hanggar dan kantor.

Adapun 4 pesawat lainnya yang juga tertahan di bandara adalah 2 unit diperbaiki di Garuda Maintenance Facility (GMF), 1 unit inspeksi, dan 1 unit adalah pesawat yang kecelakaan di Batam pekan lalu.

Sedangkan dari 11 pesawat yang beroperasi, jelas Herry, 6 pesawat terbang ke Medan, Padang, Denpasar, Surabaya dan Bengkulu. "Lima pesawat datang," jelasnya. Dia menambahkan, penerbangan Adam Air yang biasanya 50 kali per hari sejak Minggu lalu sudah turun menjadi 35 per hari.

Harun Mahbub

Dari Arsip Majalah TEMPO
Biar Publik Memutuskan | 03 Januari 2005
OneworldTM, Penyatuan Lima Maskapai Penerbangan Terkemuka di Dunia  | 27 Oktober 1998
Ramai Terbang Tak Pasti Untung | 15 November 2004
Terbang ala Truk, Maskapai Ambruk  | 03 Mei 2004
Bisnis Sepekan | 26 April 2004
Mengharap Garuda Terbang Tinggi  | 19 April 2004
Spacelab, langkah pertama | 10 Desember 1983
Petualangan di antariksa | 17 Desember 1983
Misi Hasyim Untuk Rabuka | 28 November 1987
Dan JAL Jadi Swasta | 05 Desember 1987
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Indonesia Belum Siap Liberalisasi Kargo Udara
Penerbangan Jakarta-Abu Dhabi Laris
Investigasi Kecelakaan Adam Air Rampung
Tahun Ini Industri Manufaktur Stagnan
Etihad Terbang ke Cina
Cathay Pacific Pelanggan A330 Terbesar
Lion Air Pesan Boeing Lagi Senilai US$ 1,7 Miliar
Mandala Buka Dua Jalur Langsung
Orient Thai Airways Jatuh
Kapal Pengangkut Kotak Hitam Adam Air Bersandar di Makassar
> selengkapnya...

Referensi

Lalai Membalas Surat
MAUT DI 35 RIBU KAKI

Website

Departemen Perhubungan dan Telekomunikasi
PT Garuda Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk119386 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data