Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Mandiri Dapat Pinjaman Bilateral US$ 700 Juta
Senin, 17 Maret 2008 | 17:38 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Bank Mandiri Tbk. mendapat pinjaman bilateral dalam bentuk valas sebesar US$ 700 juta dari empat bank asing. Pinjaman ini memiliki tenor atau jangka waktu satu tahun.

Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo memastikan bahwa persetujuan perjanjian pinjaman itu sudah diteken bersama empat bank asing sekitar awal Maret lalu. Sayangnya, ia menolak untuk menyebutkan keempat bank asing tersebut. "Pinjaman bilateral ini sebagai pengganti rencana penerbitan obligasi (US$ 300 juta) yang tertunda," kata Agus Martowardojo, seusai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Plaza Mandiri, Jakarta.

Menurut Agus, pinjaman akan digunakan untuk membiayai kembali (refinancing) utang yang jatuh tempo tahun ini. "Serta digunakan sebagai dana menjaga ekspansi Bank Mandiri," katanya.

Pinjaman bilateral tersebut merupakan bagian dari pemenuhan kebutuhan dana bank pelat merah terbesar ini melalu skema dana murah. Alasannya, pinjaman ini memiliki suku bunga yang lebih murah ketimbang menerbitkan obligasi saat ini. "Tapi penerbitan obligasi tetap akan kami realisasikan, tapi tergantung kondisi marketnya nanti," kata dia.

Sebelumnya, sumber Tempo membisikkan bahwa Bank Mandiri mendapatkan pinjaman valas dari Standard Chartered Bank sekitar US$ 300 juta. Pinjaman itu memang direalisasikan sebagai pengganti obligasi valas yang kemungkinan batal diterbitkan tahun ini.

Direktur Keuangan Bank Mandiri Pahala mansuri membenarkan adanya kucuran kredit dari Standard Chartered Bank tersebut. Menurutnya, pinjaman tersebut sebagai bentuk pinjaman valas bilateral. "Tapi saya rasa jumlahnya belum tentu segitu (US$ 300 juta)," kata Pahala kepada Tempo (Koran Tempo, 3 Maret)

Selain pinjaman bilateral, Bank Mandiri sedang mencoba meningkatkan pengumpulan dana murah dan dana pihak ketiga untuk memperoleh dana segar. "Yaitu dana dari cabang-cabang dan nasabah, karena rate-nya lebih murah," katanya. Sayangnya, Pahala belum bersedia memperinci rencana dan besaran dana yang ditargetkan itu.

Semula Bank Mandiri berencana menerbitkan obligasi dengan tenor 5 tahun ini antara Oktober 2007 hingga Januari 2008. Selain untuk membayar pinjaman yang telah jatuh tempo, dananya akan dipakai mengamankan rencana perseroan dalam mendanai kredit investasi yang mempunyai tenor jangka panjang. Bertindak sebagai penjamin emisi, telah ditunjuk Deutsche Bank, Barclays Capital, dan Mandiri Sekuritas.

WAHYUDIN FAHMI


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

RUPSLB Bank Mandiri Setujui Akusisi Bank Sinar Harapan Bali
Bank Syariah Mandiri Targetkan Pembiayaan Sindikasi Rp 600 miliar
Bank Belum sentuh UKM di Daerah
Maybank Tertarik Akuisisi BII
BI Dorong Bank Alihkan Orientasi Laba
Bank Harus Mengubah Orientasi Pencarian Laba
Bank UMK Masih Dibahas Pemerintah
ICBC dan CCB Ingin Akuisisi BII
Pemerintah Buka Peluang Bank BUMN Membeli BII
Bank Mandiri Dapat Pinjaman US$ 300 Juta
> selengkapnya...

Referensi

Awal Sengketa
Aliran Dana Bank Sentral ke DPR

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk119388 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data