Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Masyarakat Jakarta Dipaksa Gunakan Gas Elpiji
Senin, 17 Maret 2008 | 19:03 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Program konversi minyak tanah ke gas elpiji di wilayah DKI Jakarta dinilai telah berjalan 100 persen. Pemerintah akan tetap menghapus penyaluran minyak tanah bersubsidi mulai Mei mendatang. "Masyarakat sudah diberi kompor dan tabung gas tidak ada alasan untuk tidak mau beralih," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Luluk Sumiarso, Senin (17/3).

Menurut Luluk, pemerintah telah melakukan antisipasi jika timbul masalah di lapangan. "Kami cari tahu karena itu merupakan masukan buat kami," katanya. Dia menambahkan, konversi yang bisa dilakukan pada tahun ini sebanyak dua juta kiloliter.

Kepala Divisi Bahan Bakar Minyak PT Pertamina (Persero) Djaelani Sutomo mengatakan, kartu kendali minyak tanah tidak akan diberlakukan di DKI Jakarta karena sudah melaksanakan konversi. "Minyak tanah di DKI Jakarta sudah dikonversi," katanya.

Dia menjelaskan, sejak Februari hinga sekarang konversi ke gas elpiji sudah 95 persen. Sisanya pada bulan depan sudah bisa dikonversi. Sedangkan untuk dua daerah lainnya, Jawa Barat dan Jawa Timur akan dipenuhi hingga akhir 2008.

Djaelani juga yakin, minyak tanah saat ini sudah dapat dijual dengan harga nonsubsidi, melainkan dengan harga keekonomian. "Sekarang minyak tanah sudah laku di Rp 8.300-an per liter," katanya. Pihaknya akan melakukan penarikan minyak tanah bersubsidi dari masyarakat mulai Mei mendatang. Masyarakat nanti akan membeli dengan harga pasar dan lebih mahal dibandingkan saat ini.

Sebagai catatan, kebutuhan minyak tanah di Jakarta per hari dalam keadaan normal mencapai 3.000 kiloliter. Setelah program konversi selesai, minyak tanah nonsubsidi akan dijual di pangkalan ataupun statsiun pengisian bahan bakar umum dengan harga Rp 8.700-.9.000 per liter.

RR ARIYANI | YULIAWATI


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Minyak Tanah Subsidi Dihapus Setelah Tabung Elpiji Selesai Dibagi
Tabung Gas Bantuan Bocor, Satu Luka Bakar
Pasokan Minyak Tanah di 3 Kecamatan Dihentikan
Pertamina Siapkan 20 Ribu Tabung Gas Konversi di Kalimantan
Penerima Kompor Gas Bantuan Keluhkan Pungutan Liar
Warga Bekasi Dipungut Biaya Kompor Gas

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk119402 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Wakil Presiden Tutup Raimuna IX
God Save the Queen di Silverstone
Pemerintah Banyuwangi Alokasikan Biaya Berobat Keluarga Miskin
Mayoritas SD Negeri di Kabupaten Malang Belum Bersertifikat
Panwas Protes KPU Jawa Timur

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data