close

Calon Penumpang Adam Air Kembalikan Tiket

Senin, 17 Maret 2008 | 22:43 WIB

TEMPO Interaktif, Tangerang:
Para calon penumpang maskapai penerbangan Adam Air beramai-ramai mengembalikan tiket di Terminal Keberangkatan 1C, Bandara Soekarno Hatta, Senin
(17/3). Pengembalian tiket itu dilakukan terkait dengan informasi pengurangan operasional penerbangan yang dilakukan maskapai itu.

Data dari kantor administrator bandara menyebutkan bahwa Adam Air telah mengurangi operasi sejak tiga hari lalu. Dalam kondisi normal, sekitar 50 penerbangan Adam Air mengudara setiap hari. Jumlah itu menurun menjadi 35 kali penerbangan pada Ahad kemarin, dan 11 penerbangan dengan enam pesawat pada hari ini.

Sepanjang Senin pagi hingga siang, puluhan calon penumpang mendatangi kantor penjualan tiket
di bandara untuk sekadar mencari kejelasan waktu penerbangan. Mereka telanjur membeli tiket dari
agen perjalanan.

Salah satunya Surjon Tanjung (45 tahun), penumpang tujuan Medan. “Saya baca koran kalau Adam Air bangkrut,” kata Surjon.

Surjon membeli tiket sebulan sebelumnya dari agen perjalanan. Ia berencana terbang hari Kamis
mendatang. Tapi, karena tidak mendapat kepastian keberangkatan, maka Surjon mengembalikan tiket. Pihak Adam, katanya, telah memberikan tawaran untuk pemindahan jadwal penerbangan, namun ia tolak.

Kepala Administrator Bandara Soekarno-Hatta, Herry Bakti, mengatakan masakapai penerbangan Adam Air memang melakukan pengurangan operasi penerbangan. “Mereka kekurangan biaya,” ujar Herry.

Terkait dengan itu, administrator bandara akan melakukan pengawasan kepada Adam Air untuk memastikan agar tidak ada calon penumpang telantar.

Menurut Herry, dari 22 pesawat Adam Air, hanya separuhnya yang siap terbang. Namun, pada prakteknya hari ini, maskapai itu hanya menerbangkan enam armadanya untuk rute Jakarta- Medan, dan ke tujuan lain seperti Denpasar, Padang, Surabaya, dan Bengkulu.

“Ada tujuh pesawat Adam Air yang tidak memenuhi syarat untuk terbang karena belum menyelesaikan pembayaran pajak,” kata Herry. Ia menambahkan, kondisi serupa pernah pula menimpa Bouraq Airlines, Sempati Air, dan Jatayu. Ayu Cipta

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan