Penerapan Listrik Pra Bayar Diperluas
Selasa, 18 Maret 2008 | 14:11 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang (Disjaya) akan memperluas penerapan pemakaian listrik pra bayar di Kepulauan Seribu, Pulau Untung Jawa dan Pulau Samudera.
Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) PLN Disjaya, Azwar Lubis mengatakan PLN mentargetkan pelanggan listrik pra bayar tahun ini sebesar 2.000 pelanggan. "Kami fokus di
kepulauan," kata Azwar di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (18/3).
PLN mentargetkan pemakai listrik pra bayar di Kepulauan Seribu 1.000 pelanggan, Pulau Untung Jawa sekitar 400 pelanggan, Pulau Samudera 500 pelanggan, sisanya pelanggan di pulau-pulau kecil di sekitarnya. "Kami
mencari wilayah yang tidak terlalu padat," ujar Azwar.
Kepulauan Seribu merupakan proyek uji coba PLN Disjaya untuk listrik pra bayar, yang diluncurkan 13 Maret lalu. Menurut Azwar, fokus masih di sekitar kepulauan Seribu karena dekat dengan jaringan pasokan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Teluk Naga.
Pemakaian listrik pra bayar ini sama seperti halnya voucher telepon seluler. Pemakai listrik membeli voucher untuk membayar listrik yang harganya minimal Rp 20 ribu. Keuntungannya, pelanggan bisa mengkalkulasikan kebutuhan sehingga bisa berhemat, tidak ada tunggakan pembayaran dan tidak ada pemutusan listrik. PLN juga diuntungkan
karena uang pembayaran penggunaan listrik bisa masuk terlebih dulu.
Sebelum Kepulauan Seribu, listrik pra bayar sudah diterapkan di dua wilayah yang menerapkan tarif listrik regional, yaitu Batam dan Tarakan. Daerah lain yang tidak melaksanakan tarif listrik regional namun juga telah melaksanakan listrik pra bayar adalah Bali.
Nieke Indrietta--




Komentar Anda :