|
Proyek Pembagkit 10.000 MW Kesulitan Dana
Selasa, 18 Maret 2008 | 19:52 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Departemen Keuangan masih mengupayakan pinjaman sebesar Rp 17 triliun untuk lima Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) program 10.000 megawatt. Kelima PLTU itu adalah PLTU 3 Banten (Lontar), PLTU 2 Jawa Barat (Palabuhan Ratu), PLTU 1 Jawa Timur (Pacitan), PLTU 2 Sumatera Utara, dan PLTU Lampung.
Total nilai lima proyek tersebut hampir Rp 20 triliun. Sebesar 15 persen atau sekitar Rp 3 triliun, dana dari PLN. Dana kebutuhan Rp 3 triliun tersebut, sebagian dari anggaran perseroan, sisanya diambil dari hasil obligasi PLN yang totalnya US$ 2 miliar. Sedangkan 85 persen atau sekitar Rp 17 triliun, masih dicarikan pemerintah.
Ketua Tim Pelaksana Program Percepatan PLTU Yogo Pratomo mengatakan, pihaknya bertindak sebagai koordinator pencarian pendanaan. "PLN tetap terlibat sebagai pelaksana teknis," ujarnya, Selasa (18/3).
Yogo menjelaskan, keterlibatan Departemen Keuangan dalam pencarian dana pinjaman untuk proyek listrik tersebut karena pemerintah melalui Peraturan Presiden No. 71 Tahun 2006 bertindak sebagai penjamin penuh atas proyek tersebut. Departemen Keuangan bertindak sebagai penentu, penyeleksi institusi pendanaaan, dan kriterianya.
Pinjaman rupiah dari perbankan domestik, sedangkan pinjaman valas (dolar) dari perbankan komersial luar negeri. "Departemen Keuangan mengontrol siapa yang diundang dan siapa pemenangnya," ujar Yogo.
Menurut Yogo, Departemen Keuangan akan mengirimkan undangan kepada perbankan komersial domestik dan luar negeri, untuk memasukkan penawaran pendanaan kelima proyek PLTU sebelum akhir Maret 2008. Yogo berharap kontrak pinjaman bisa ditandatangani dalam waktu 2-3 bulan.
Selain kelima proyek tersebut, Departemen Keuangan juga akan mencarikan pinjaman valas untuk proyek PLTU 2 Banten, Labuan (2x300 MW). Depkeu mencari pengganti Bank ABN Amro yang beberapa waktu lalu mengundurkan diri. Menurut Yogo, konsorsium bank pemerintah yang akan mendanai valasnya. "Administrasinya ditangani Departemen Keuangan," katanya.
Proyek PLTU terdiri atas 10 pembangkit dengan total daya 7.000 MW di Jawa dan 25 pembangkit dengan total daya 3.000 MW di luar Jawa. Dari 10 PLTU di Jawa, 2 PLTU masih belum selesai proses yaitu PLTU 3 Jawa Timur, Tanjung Awar-awar (2x300 MW) dan PLTU 2 Jawa Tengah, Cilacap (1x600 MW).
NIEKE INDRIETTA
INDEKS BERITA LAINNYA :
|