|
Adam Air Dilarang Terbang
Selasa, 18 Maret 2008 | 21:15 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Departemen Perhubungan mencabut specification operation maskapai Adam Air mulai Rabu (19/3). Dengan demikian, maskapai itu dilarang melakukan pengoperasian pesawat udara sejak pencabutan tersebut.
"Otomatis semua pesawatnya digrounded," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Budhi Mulyawan Suyitno saat membacakan surat keputusan tersebut, di kantornya, Selasa (18/3). Keputusan tertuang dalam surat bernomor AU/1724/DSKU/0862/2008
Keputusan terhadap Adam Air itu merupakan hasil audit aspek keselamatan maskapai triwulanan. Dari hasil audit, jelas Budhi, Adam Air melakukan penyimpangan dalam pengoperasian yang berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan. Sedianya, pengumuman akan dilakukan 25 Maret tapi untuk Adam didahulukan karena sudah mendesak untuk keselamatan.
Secara umum penyimpangan yang dilakukan Adam meliputi aspek pengoperasian dan perawatan pesawat serta pelatihan sumber daya manusia. Budhi menjelaskan, pengoperasian pesawat tidak berjalan sesuai Company Operation Manual, pelatihan SDM tidak sesuai Company Training Manual, dan perawatan pesawat tidak sesuaiCompany Maintenance Manual.
Larangan terbang untuk pesawat-pesawat Adam Air itu berlaku selama tiga bulan. Jika dalam kurun waktu tersebut Adam Air tidak melakukan perbaikan dan melaporkannya ke Departemen Perhubungan, maka lisensi terbangnya (air operator certificate) akan dicabut. "Mengulang dari awal," kata Budhi. Saat ini Adam memegang AOC121-036.
Budhi menjelaskan, dari berbagai kejadian, ditemukan bahwa SDM teknis Adam tidak memadai. Sebagian suku cadang pesawat tidak memenuhi kelaikan. "Quality insurance sering diintervensi divisi lain," katanya.
Terkait nasib izin rute Adam yang terancam dicabut jika 21 hari tidak dilayani, Budhi mengatakan,"Otomatis, apalagi yang diterbangkan," ujarnya.
Dihubungi terpisah, Presiden Direktur Adam Air, Adam Aditya Suherman, mengaku tidak terkejut dengan keputusan pemerintah itu. Menurut dia, sejak kemelut internal di tubuh perseroan, memang ada gangguan semangat dan moralitas karyawan yang menurunkan kegiatan terkait aspek keselamatan. "Kemelut ini kan sudah berjalan beberapa bulan terakhir,"ujarnya.
Pihak manajemen, kata dia, sebenarnya juga sudah merencanakan penghentian operasi pada hari Selasa ini untuk kepentingan keselamatan. Selain itu, Pertamina juga sudah menghentikan pasokan avtur pesawat.
INDEKS BERITA LAINNYA :
|