Indonesia Pelajari Teknologi Eksplorasi Migas Supar Cepat
Rabu, 19 Maret 2008 | 17:14 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
PT.Pertamina dan Badan Pengatur Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) tengah mempelajari teknologi baru eksplorasi minyak dan gas di Indonesia. Teknologi Amerika ini diharapkan nantinya bisa meningkatkan produksi minyak dan mempercepat proses eksplorasi Migas di Indonesia.
"Teknologi ini termasuk non conventional exploration, ini sesuatu yang baru dan baru kami laporkan ke Wakil Presiden soal teknologi ini," kata Kepala BP Migas Kardaya Warnika seusai memaparkan teknologi ekplorasi baru ini kepada Wakil Presiden Jusuf kalla di Kantornya Kamis (19/3).
Wakil Presiden Jusuf Kalla, kata Kardaya, merespon positif adanya teknologi ini. Pertamina dan BP Migas sudah membentuk tim untuk mempelajari teknologi baru ini. "Kami bahas dulu,mudah-mudahan kalau diaplikasikan menjadi lebih bagus," kata dia.
Teknologi baru ini diharapkan bisa menjawab tantangan peningkatan produksi di sektor minyak dan gas bumi. Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta agar dengan teknologi ini, bisa ditemukan titik-titik kandungan migas baru di Indonesia. "Eksplorasinya bisa irit waktu, instan, misalkan eksplorasi biasanya 10 tahun bisa jadi 1 tahun," kata dia.
Kardaya belum mau menjelaskan secara detail tentang spesifik teknologi yang dimaksud dan biaya untuk mendatangkan teknologi ini dari Amerika. Operator yang akan menggunakan teknologi ini pun belum ditunjuk. "Kami harus bahas dulu, harus dicoba," kata dia.
Anton Aprianto





