Adam Belum Pastikan Soal Penutupan Perusahaan
Rabu, 19 Maret 2008 | 19:54 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Pihak manajemen maskapai Adam Air belum memastikan apakah akan mempertahankan usahanya atau tidak menyusul larangan terbang selama tiga bulan. "Semua rencana terkait dengan mekanisme melalui pemegang saham," kata Presiden Direktur Adam Air, Adam Aditya Suherman, sesudah rapat direksi di kantornya, Jakarta, Rabu (19/3).
Selain keluarga Suherman yang menguasai 50 persen, saham Adam Air juga dimiliki afiliasi PT Bhakti Investama yakni PT Global Transport Service (19 persen) dan PT Bright Star Perkasa (31 persen). Pekan lalu, konsorsium Global memutuskan akan hengkang dari Adam.
Menurut Adam, keluarga Suherman masih menginginkan Adam Air tetap beroperasi ke depannya. "Ada ikatan emosional sangat besar, sebagai pemilik dan pendiri," katanya. Namun kepastian rencana ke depan juga harus melalui kesepakatan dengan Global yang dinilai masih sebagai pemegang saham. "Sampai sekarang kami belum terima dokumen resmi pengunduran mereka," kata Adam.
Sebenarnya, menurut dia, peluang mempertahankan usaha masih ada karena ada tawaran investasi baru. "Banyak yang menawarkan, tapi kan ada mekanisme mengundang investor baru melalui kesepakatan pemegang saham,"katanya.
Sebab itu, lanjutnya, manajemen akan segera menyelenggarakan pertemuan antar pemegang saham. Selain soal rencana ke depan, pertemuan juga akan membahas mengenai pemenuhan kewajiban ke karyawan dan pihak ketiga.
Adam mengatakan, pemenuhan segenap kewajiban itu akan diupayakan terlebih dahulu oleh perusahaan dengan sumber daya yang ada. "Dalam bisnis komitmen sangat penting," katanya. Namun jika perusahaan tidak sanggup, maka pemegang saham akan dikejar komitmennya untuk turut bertanggung jawab.
Adapun selama larangan terbang, kata Adam, pihaknya tetap akan memperlakukan karyawan sesuai haknya. Jika perusahaan tutup, hak karyawan juga akan dipenuhi. Calon penumpang yang sudah memegang tiketpun akan mendapat penggantian penuh.
Harun Mahbub





