Posisi Direksi BNI Bakal Digabungkan
Sabtu, 22 Maret 2008 | 00:22 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara mengisyaratkan bakal mengalihkan posisi direktur PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BNI) yang tidak lolos seleksi, kepada direksi lain. Opsi ini memungkinkan penggabungan dua wilayah kerja direksi bank pelat merah itu.
Salah satu direksi BNI yang baru, Doddy Virgianto dikabarkan tidak lolos dalam uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) Bank Indonesia. Namun dia lolos dalam seleksi di tingkat Tim Penilai Akhir (TPA). Doddy diangkat melalui rapat umum pemegang skepada Tempoaham luar biasa (RUPSLB) pada 6 Februari 2008 lalu.
Sekretaris Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Said Didu mengatakan, pemerintah sedang mengkaji ada atau tidaknya direksi yang sesuai dengan posisi tersebut. Ini ditentukan berdasarkan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) Bank Indonesia. "Kalau tidak ada, harus dicari orang lain lagi," kata Said kepada Tempo seusai pembukaan Agrimex Expo 2008 di Jakarta Convention Center, kemarin.
Selain penggabungan, pemerintah juga kemungkinan mengosongkan posisi yang saat ini dijabat oleh Doddy. Said mengatakan, proses uji kepatutan dan kelayakan oleh BI adalah penentu pentingnya jabatan tersebut diduduki oleh seseorang. "Kemampuan spesifik diseleksi oleh BI, kalau di kementerian (Negara) BUMN hanya menguji kemampuan manajemen saja," kata dia. Namun Said menegaskan, opsi itu masih harus dianalisa kembali oleh dewan komisaris dan direksi BNI.
Ketika dihubungi terpisah, Wakil Direktur Utama BNI Felia Salim menyatakan bahwa manajemen sedang mengkaji opsi yang terbaik bagi perseroan. Sayangnya dia enggan menjelaskan kapan kajian itu akan selesai. "Pokoknya secepatnya, karena ini menjadi perhatian utama kami," kata Felia.
WAHYUDIN FAHMI





