Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Tarif SMS Premium Dinilai Kemahalan
Senin, 24 Maret 2008 | 00:40 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Tarif pesan pendek (SMS) premium dikritik terlalu mahal. Menurut anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia Heru Sutadi, harga ideal per pesan maksimal dua kali lipat dari tarif SMS normal.

"Idealnya tarif tak lebih dari dua kali tarif yang normal, apalagi terkadang ada yang cuma memberi info sampah yang seharusnya konsumen tak dibebani biaya apapun," kata Heru Kamis pekan lalu kepada Tempo di Jakarta.

"Masak hanya untuk tahu zodiak mesti bayar Rp 2.000 per SMS.” Rata-rata harga SMS premium yang memberikan informasi peruntungan, jodoh, zodiak, games, musik, atau ringtone dibanderol Rp 2.000 sekali kirim. Kini tarif SMS normal Rp 250-350 per pesan.

Ia membandingkan dengan harga satu eksemplar koran yang berisi banyak sekali informasi. Heru berpendapat, konsumen sangat dirugikan dengan harga SMS premium yang sangat tinggi, tak sebanding dengan informasi yang diberikan. Heru menyatakan harga yang dipatok penyedia konten terlalu tinggi. Heru mengklaim kritiknya mengacu pada Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 21 Tahun 2001.

Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia dan pemerintah memang tengah menggodok tarif SMS, termasuk SMS Premium. Masih terkait tarif premium, pemerintah juga menerbitkan imbauan tayangan kuis SMS Premium di televisi dihentikan. Alasannya, merugikan pemirsa dan cenderung membuat masyarakat bermental judi.

Namun, operator SMS premium berpendapat berbeda. Ketua Indonesia Mobile & Online Content Association (IMOCA) Tjandra Tedja menjelaskan, para operator menetapkan harga berdasarkan konten masing-masing pesan, biaya operasional, dan marketing.

Apalagi, tak ada penetapan harga baku SMS premium. "Informasi kan mahal, yang beriklan di televisi kan juga mahal biayanya," ujar Tjandra kepada Tempo kemarin.

Ia menuturkan, harga SMS premium ini Rp 500-2.000, tergantung konten yang ditawarkan. Ia mengakui informasi yang ditawarkan bukan hal yang penting sebagai suatu kebutuhan pokok. Itu sebabnya, masyarakat bebas memilihnya sesuai kebutuhan. "Kalau tak penting, ya tak usah dibeli, demikian pula kalau harganya mahal," kata Tjandra.

Di sisi lain, bagi masyarakat tertentu informasi itu cukup penting sehingga rela membeli berapa pun harganya. Tjandra mencontohkan informasi mengenai harga saham perusahaan tertentu. Orang yang berkepentingan akan membeli dan berlangganan konten itu. "Apalagi kalau membutuhkan ketepatan dan kecepatan, tentu informasi tersebut mahal," ucapnya.

Dian Yuliastuti


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk119661 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Rumah Duka Sophan Sophian Dikerumuni Wartawan
Menabrak Pakem Seni Trimatra
Sophan Meninggal Dalam Perjalanan Ke Rumah Sakit
Sophan Sophian Ingin Jadi Duta Besar
Keluarga Sudah Menerima Kabar Sophan Sophian Meninggal

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data