|
Aliran Modal Ke Bursa Komoditas Dorong Sektor Riil
Senin, 24 Maret 2008 | 09:10 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Perpindahan aliran modal dari sektor keuangan ke bursa komoditas bisa mendorong pertumbuhan sektor riil terutama pertanian. Pasalnya aliran modal itu memberi insentif bagi pelaku usaha hulu seperti petani untuk meningkatkan kapasitas produksi.
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Erani Yustika mengatakan transaksi di bursa komoditas bisa memberi nilai tambah lebih besar sebab bisa meningkatkan permintaan terhadap komoditi yang mendorong petani menambah kapasitas produksi. "Investasi di sektor ini pun akan bertambah besar karena tingginya demand," kata Ahmad kepada Tempo di Jakarta, Senin (24/3).
Dia menjelaskan bahwa otoritas moneter dan fiskal harus segera membuat cetak biru bagi pasar komoditas supaya transaksinya bisa memberi tingkat pengembalian yang tinggi bagi investor sehingga arus dana yang masuk ke bursa komoditas tidak bersifat sementara tapi jangka panjang. "Kalau return tinggi, investor akan menanamkan modalnya dalam jangka panjang yang akhirnya bisa mengembangkan sektor komoditas khususnya pertanian, tapi kalau arus modal itu hanya bersifat jangka pendek tidak akan bermanfaat," ujarnya.
Seperti diberitakan, kalangan gubernur bank sentral se-Asia Pasifik menyoroti perpindahan aliran modal dari sektor keuangan ke bursa komoditas.
Perhatian para gubernur bank sentral tersebut mengemuka dalam pertemuan South East Asian Central Banks (SEACEN) ke-43 di Jakarta akhir pekan lalu. Pertemuan para bos bank sentral Asia Pasifik tersebut memang mengambil tema "Financial Deepening to Support Monetary Stability and Susitainable Economic Growth".
Dalam pertemuan itu, mereka mengkhawatirkan serbuan modal dunia tersebut, yang bisa menjadi pemicu ketidakpastian global. Akibatnya, harga-harga komoditas di pasar dunia terus meningkat. Harga-harga produk pangan, bahan tambang, dan sumber energi melonjak signifikan dalam dua tahun terakhir.
Eko Nopiansyah
INDEKS BERITA LAINNYA :
|