Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Uji Perluasan Jaringan Telekomunikasi Dihapus
Selasa, 25 Maret 2008 | 01:31 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah bakal menghapus mekanisme Uji Laik Operasi (ULO) perluasan jaringan telekomunikasi agar industri telekomunikasi lebih efisien. Jika ULO dihapus, komponen-komponen biaya yang tak perlu pun hilang.

“Baru ULO yang akan dihapus,” kata Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi Departemen Komunikasi dan Informatika Basuki Yusuf Iskandar kepada Tempo seusai seminar 'Tarif Telekomunikasi' di Hotel Sultan, Jakarta, kemarin. Nantinya, ULO hanya untuk penerapan teknologi baru.

Ia menyatakan telah menyampaikan rencana ini kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Muhammad Nuh. “Mudah-mudahan segera bisa diterapkan,” ujarnya.

ULO menjadi prasyarat bagi perusahaan telekomunikasi yang akan meluncurkan layanan berbasis teknologi baru dan perluasan jaringannya. Lewat ULO, operator diuji kesiapan infrastruktur, peralatan, sistem, dan layanan. Mekanisme ini memunculkan konsekuensi biaya bagi operator karena aktifitas perusahaan bertambah ketika akan mengembangkan jaringan.

Menurut Basuki, industri telekomunikasi dihadapkan pada tantangan efisiensi internal. Gejala penurunan skala (down-sizing) pada industri telekomunikasi global mulai tampak.

Juru bicara Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi Gatot S. Dewa Broto mengatakan, penghapusan komponen perizinan ini diharapkan menekan tarif selular. Kebijakan efisiensi yang ditawarkan lainnya adalah penggunaan menara bersama. “Out putnya harga telekomunikasi lebih murah,” katanya.

Ia menyatakan pemerintah tak mematok biaya ULO. Tapi pengeluaran operator pasti bertambah akibat biaya operasional.

Namun, PT Indosat Tbk. meragukan kebenaran rencana penghapusan ULO. “Lalu prosedur selanjutnya bagaimana?" ucap juru bicara Indosat Adita Irawati. Ia pun mengaku belum mengetahui rencana itu. Ia khawatir penghapusan ini hanya cara lain pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan baru.

Adita setuju jika pengapusan dilakukan tanpa ada kebijakan baru. Alasannya, ULO membuat perusahannya kerepotan. "Kami harus mendatangkan semua tim teknik bersama-sama Postel, yang kadang-kadang bisa sampai 3 hari."

Regulatory PT Excelcomindo Pratama (XL) Nis Purwati menerangkan, yang merepotkan adalah mekanisme ULO harus dilakukan berulang-ulang jika operator akan meluncurkan fasilitas baru. Selama ini perluasan jaringan di lokasi baru terbentur pada ULO sebab mekanisme ini harus dilaksanakan sebelum perluasan jaringan.

"Padahal peralatan dan orang-orangnya sama,” tuturnya. Nis juga mempertanyakan mekanisme perizinan baru yang akan diterapkan. “Apa nanti kalau ada teknologi lain seperti Wimax atau whatever harus di-ULO juga?"


Agoeng Wijaya | Ig. Widi Nugroho


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Jaringan Speedy Sudah Kembali Normal
Tahun Ini XL Lepas Pengelolaan Menara
Speedy Masuk Natuna dan Nias
Operator Wajib Tawarkan Menara Bersama
XL Bangun Telepon Umum Gratis
Operator Dihimbau Hindari Frekuensi DCS 1800 MHz
Interferensi Frekuensi Dibahas Pekan Depan
WiMax Versi Indonesia Bakal Keluar Mei 2008
Askitel Beli Saham Pratama Awal Oktober
Wi-Max Disarankan Tidak Ditenderkan
> selengkapnya...

Website

Qualcomm Indonesia
Cisco Systems
3GPP Homepage
3G Today

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk119737 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data