|
Nilai Proyek Tol Cikampek-Palimanan Membengkak
Selasa, 25 Maret 2008 | 02:31 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Nilai investasi PT Lintas Marga Sedaya (LMS) pada proyek jalan tol Cikampek-Palimanan naik sebesar Rp 500 miliar karena jadwal pengerjaan proyek ini mundur dari jadwal semula pada awal 2008 menjadi Juni 2008. Seiring mundurnya proyek ini, harga bahan bangunan seperti semen dan besi telah mengalami kenaikan.
Direktur Utama LMS, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan nilai total proyek sepanjang 116 kilometer ini membengkak dari Rp 7 triliun menjadi Rp 7,5 triliun. Sedangkan lamanya masa konstruksi diperkirakan 2,5 tahun.
Mundurnya jadwal proyek itu adalah akibat dari lambatnya pembebasan tanah. Namun proses pembebasan lahan termasuk masalah trase yang melewati pesantren Ciwaringin, Cirebon kini sudah dalam tahap finalisasi. “Pembebasan lahan hampir mencapai 80 persen,” ujarnya di Jakarta Sabtu (22/3).
Namun menurut Ketua Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Departemen Pekerjaan Umum, Nurdin Manurung, kenaikan nilai investasi akibat lonjakan harga bahan bangunan itu adalah resiko LMS. “Tapi bila kenaikan investasi itu disebabkan oleh kenaikan harga tanah, LMS terlalu dini menyebut adanya penyesuaian nilai investasi,” ujarnya.
Soalnya, kata Nurdin, LMS belum membayar ganti rugi tanah. Kenaikan harga tanah sendiri baru diketahui setelah Panitia Pengadaan Tanah (P2T) selesai menginventaris lahan.
Saat ini P2T dan Tim Pengadaan Tanah (TPT) sudah terbentuk dan telah bekerja. Bila kenaikan harga tanah lebih dari 10 persen dari rencana awal tetap menjadi beban investor.
WAHYUDIN FAHMI | RIEKA RAHADIANA
INDEKS BERITA LAINNYA :
|