Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pelanggan Rumah Mewah Terkena Disinsentif Listrik
Selasa, 25 Maret 2008 | 04:02 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah akan memberlakukan kebijakan tarif insentif dan disinsentif kepada pelanggan rumah tangga golongan R2 dan R3. Sedangkan pelanggan rumah tangga golongan R1 terbebas dari kebijakan tersebut. "R1 Tetap menggunakan tarif dasar listrik lama," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro, Senin (24/3).

Menurut Purnomo, kebijakan disinsentif akan diberlakukan secara bertahap kepada pelanggan R3 terlbih dulu di wilayah yang pemakaian listriknya melebihi rata-rata nasional. Wilayah tersebut adalah Riau, Bangka Belitung, Jawa Barat, serta Jakarta, Bogor, Depok , Tangerang dan Bekasi.

Dia menjelaskan, pelanggan R3 menjadi proyek uji coba yang akan dievaluasi pada April mendatang oleh pemerintah. Sebelum dikenakan disinsentif pemerintah akan melakukan sosialisasi kepada pelanggan R3. "Bisa satu-dua minggu sosialisasinya," katanya.

Pelanggan R2 adalah pelanggan listrik di atas 2.200 volt ampere (VA) sampai 6.600 VA dengan pemakaian rata-rata nasional 159 kilowatt per jam (kWh) per bulan. Sedangkan pelanggan R3 adalah yang menggunakan listrik di atas 6.600 VA dan rata-rata pemakain nasional 122 kWh per bulan.

Pelanggan R1 adalah merupakan pelanggan rumah tangga dengan pendapatan menengah ke bawah. Mereka adalah pengguna listrik dengan daya 450 VA, 900 VA, 1.300 VA dan 2.200 VA.

Purnomo mengatakan, setalah dilakukan sosialisasi akan dilaksanakan proyek uji coba kepada pelanggan R3 selama beberapa waktu. Hasil uji coba, kata dia, akan disampaikan ke parlemen. "Kebijakan ini elastis saja," ujarnya. Jika uji coba tersebut sukses, maka pemerintah akan memberlakukan disinsentif kepada pelanggan R2.

Dia memperkirakan, program disinsentif kepada pelanggan R3 akan menghemat subsidi Rp 5 triliun. Jumlah tersebut lebih rendah dari target penghematan subsidi sebesar Rp 10 triliun. Perubahan target, kata Purnomo, karena ada perubahan target susu jaringan (losses) dan alpha pembelian bahan bakar minyak sebesar lima persen.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Fahmi Mochtar mengatakan, penghematan sebesar Rp 5 triliun itu terdiri atas program konversi solar ke minyak bakar senilai Rp 800 miliar, konversi bahan bakar minyak ke gas Rp 1 triliun, efisiensi pemeliharaan dan administrasi Rp 500 miliar dan tarif disinsentif dan insentif Rp 2,7 triliun. Jumlah pelanggan R3 saat ini, kata dia, sebanyak 81 ribu pelanggan.

Data dari PLN menyebutkan pelanggan 450 VA sekitar 18 juta pelanggan, 900VA sekitar 10,8 juta pelanggan, 1.300 VA sekitar 2,8 juta pelanggan dan 2.200 VA sekitar 1 juta pelanggan.

Ketua Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat Airlangga Hartarto mengatakan, komisi dan pemerintah sepakat menetapkan besaran subsidi listrik sebesar Rp 61,01 triliun. Menurut dia, besaran subsidi tersebut sudah memperhitungkan penghematan sebesar Rp 5 triliun. "Setiap kebijakan pemerintah yang menyangkut rakyat harus dikonsultasikan dengan Komisi Energi," katanya.

ALI NUR YASIN | NIEKE INDRIETTA


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kebijakan Disinsentif Listrik Potensial Digugat
PLN Penanggungjawab Tarif Disinsentif
Disinsentif Kenaikan Tarif Listrik Terselubung
Pemerintah dan PLN Didesak Transparan Soal Tarif
Biaya Pemasangan Listrik di Pacitan Sangat Mahal
Balikpapan Berlakukan Tarif Listrik Regional
Tarif Listrik Jangan Ditentukan Swasta
PLN Diminta Hapus Rekening PJU Liar
Jumlah Mahasiswa Jahit Mulut Bertambah
Pemerintah Diminta Perjelas Skema Subsidi PLN
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk119740 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data